KABARBURSA.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyambut positif dukungan berbagai pemangku kepentingan terhadap penguatan pasar modal nasional.
Bagi BRI, dukungan ini dinilai penting di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang fluktuatif meskipun selama lima hari belakangan ini tercatat menguat 10,39 persen ke level 6.052,06.
Dukungan tersebut mengemuka dalam pertemuan yang dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, COO BPI Danantara Dony Oskaria, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, jajaran Direktur Utama Himbara, BPJS Ketenagakerjaan, sampai sejumlah BUMN di Jakarta pada 9 Juni 2026.
Salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasar modal dan meningkatkan kepercayaan investor, termasuk wacana pembelian kembali (buyback) saham emiten BUMN.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menyatakan, perhatian berbagai pihak terhadap pasar modal menunjukkan optimisme terhadap prospek jangka panjang perusahaan-perusahaan pelat merah, terutama sektor perbankan yang masih ditopang fundamental kuat.
Menurutnya, stabilitas pasar menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Kepercayaan investor terhadap saham-saham perbankan nasional ditopang oleh kinerja industri yang tetap resilien di tengah dinamika ekonomi global. Industri perbankan masih mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif, kualitas aset yang terjaga, serta kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat,” ujar Hery dalam keterangannya yang dikutip, Jumat 12 Juni 2026.
Ia menambahkan, industri perbankan nasional masih menunjukkan kinerja solid. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit perbankan hingga April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat sebesar 11,40 persen.
“Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap kuat menunjukkan kepercayaan publik terhadap industri perbankan masih terjaga dengan baik, sekaligus mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan efektif,” jelas Hery.
Sementara itu bank berkode saham BBRI tersebut terus berfokus memperkuat kualitas aset, menjaga kecukupan modal, serta mempertahankan likuiditas guna menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham.
Terkait wacana buyback saham BUMN, Hery menegaskan perseroan akan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap regulasi.
“Terkait wacana buyback, setiap aksi korporasi tentu akan dikaji secara cermat dan dilaksanakan sesuai ketentuan regulator yang berlaku. Saat ini fokus utama kami tetap pada penguatan fundamental perusahaan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Hery. (Info-bks/*)