[INFOGRAFIK] Siapa Saja Pemain Kunci Industri Baterai EV
KABARBURSA - Indonesia tengah menapaki jalan sebagai pemain utama dalam industri baterai kendaraan listrik (EV) global, dengan membangun rantai pasok terintegrasi dari hulu ke hilir. Di sektor hulu, sejumlah perusahaan besar seperti PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Trimegah Bangun Persada (Harita Group), dan PT Vale Indonesia Tbk mengelola tambang nikel yang menjadi bahan baku utama baterai. Nikel tersebut kemudian diolah di fasilitas pemrosesan modern seperti PT Halmahera Persada Lygend, PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), dan PT Huayue Nickel Cobalt yang menjadi motor penggerak hilirisasi industri berbasis mineral kritis.
Di sektor hilir, Indonesia tak hanya mengolah nikel, tetapi juga mulai memproduksi sel baterai dan kendaraan listrik. PT HLI Green Power—kolaborasi Hyundai dan LG Energy Solution—telah membangun pabrik sel baterai di Karawang, sementara PT BTR New Material Group memperkuat pasokan bahan anoda dari Jawa Tengah. Untuk perakitan EV, Hyundai melalui pabriknya di Cikarang memproduksi model seperti Ioniq 5, disusul oleh Neta Auto Indonesia yang mulai merakit kendaraan listrik di Bekasi. Dengan target produksi baterai mencapai 140 GWh per tahun pada 2030, Indonesia memperkuat posisinya sebagai simpul strategis dalam rantai pasok kendaraan listrik dunia.