Logo
>

INET Siapkan Obligasi dan Sukuk Rp1 Triliun, Fokus Perluas Jaringan Internet hingga Kalimantan

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) merencanakan penerbitan obligasi dan sukuk ijarah senilai Rp1 triliun untuk mendanai ekspansi jaringan fiber optic, khususnya pembangunan FTTH di Kalimantan Barat.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
INET Siapkan Obligasi dan Sukuk Rp1 Triliun, Fokus Perluas Jaringan Internet hingga Kalimantan
INET menyiapkan obligasi dan sukuk Rp1 triliun untuk ekspansi jaringan internet fiber optic hingga Kalimantan, seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas digital nasional. Foto: Dok. INET

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) bersiap menghimpun pendanaan jumbo melalui pasar modal dengan merencanakan penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah Tahun 2026 senilai total Rp1 triliun. Aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk mempercepat ekspansi jaringan internet berbasis fiber optic di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas nasional.

    Dalam keterbukaan informasi, manajemen INET menjelaskan bahwa penerbitan instrumen utang tersebut akan dibagi secara seimbang, masing-masing senilai maksimal Rp500 miliar untuk obligasi dan Rp500 miliar untuk sukuk ijarah. Langkah ini menandai diversifikasi sumber pendanaan perseroan sekaligus memperluas basis investor, baik konvensional maupun syariah.

    Obligasi I Sinergi Inti Andalan Prima Tahun 2026 akan diterbitkan dalam dua seri. Seri A memiliki tenor 370 hari kalender dengan skema pelunasan penuh saat jatuh tempo, sedangkan Seri B berjangka waktu tiga tahun dengan mekanisme pembayaran bullet payment. Sementara itu, Sukuk Ijarah I Tahun 2026 juga terdiri dari dua seri dengan struktur tenor yang serupa, yakni 370 hari kalender untuk Seri A dan tiga tahun untuk Seri B, dengan pembayaran sisa imbalan ijarah secara penuh pada saat jatuh tempo.

    Berdasarkan jadwal indikatif dalam prospektus, masa penawaran awal direncanakan berlangsung pada 22 hingga 27 Januari 2026. Perseroan menargetkan pernyataan efektif dari otoritas pada 29 Januari 2026, dilanjutkan dengan masa penawaran umum pada 30 Januari sampai 3 Februari 2026. Proses penjatahan dijadwalkan pada 4 Februari 2026, distribusi obligasi dan sukuk pada 6 Februari 2026, serta pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 9 Februari 2026.

    Dari sisi kualitas kredit, instrumen utang INET telah memperoleh pemeringkatan dari PT Kredit Rating Indonesia. Obligasi INET mengantongi peringkat irA, sementara Sukuk Ijarah mendapatkan peringkat irA sy, yang mencerminkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangannya dinilai cukup kuat dengan risiko kredit yang terkendali.

    Manajemen INET menyampaikan bahwa seluruh dana bersih hasil penerbitan obligasi dan sukuk akan dialokasikan untuk mendukung ekspansi usaha dan kebutuhan modal kerja. Dana tersebut akan disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada anak usaha, PT Garuda Prima Internetindo, yang selanjutnya digunakan untuk pembangunan jaringan FTTH di wilayah Kalimantan Barat. Investasi ini mencakup belanja modal untuk perangkat jaringan seperti Optical Line Terminal, Optical Distribution Cabinet, kabel fiber optic, hingga Optical Network Terminal, serta biaya penggelaran jaringan.

    Khusus untuk penerbitan Sukuk Ijarah, aset yang menjadi dasar transaksi berupa manfaat atas aset tetap milik anak usaha lainnya, PT Pusat Fiber Indonesia. Aset tersebut berupa jaringan fiber optic sepanjang 430 kilometer yang membentang di jalur protokol Jabodetabek, dengan estimasi nilai manfaat sewa selama tenor sukuk mencapai Rp928,80 miliar.

    Dalam pelaksanaan aksi korporasi ini, INET menggandeng PT KB Valbury Sekuritas dan PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi. Adapun PT Bank KB Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat, dengan dukungan konsultan hukum Hanafiah Ponggawa & Partners serta auditor independen KAP Suharli, Sugiharto & Rekan.

    Dari sisi prospek bisnis, perseroan memandang industri internet dan infrastruktur digital masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas. Percepatan transformasi digital di berbagai sektor mendorong permintaan terhadap layanan internet berkecepatan tinggi dan stabil. Peningkatan adopsi teknologi seperti 5G, Internet of Things, kecerdasan buatan, hingga cloud computing turut memperluas peluang bagi penyedia layanan internet dan infrastruktur jaringan.

    Data industri menunjukkan penetrasi layanan fixed broadband di Indonesia terus meningkat. Lonjakan jumlah rumah tangga yang berlangganan internet tetap mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin bergantung pada konektivitas digital, baik untuk kebutuhan kerja, pendidikan, maupun hiburan.

    Selain FTTH, INET juga melihat potensi besar pada bisnis Sistem Komunikasi Kabel Laut yang berperan sebagai tulang punggung konektivitas antarwilayah dan internasional. Posisi geografis Indonesia yang strategis serta dukungan pemerintah melalui proyek infrastruktur digital nasional membuka peluang jangka panjang bagi pengembangan jaringan kabel laut dan darat.

    Secara keseluruhan, rencana penerbitan obligasi dan sukuk ini mencerminkan upaya INET memperkuat struktur pendanaan sekaligus menangkap peluang pertumbuhan sektor telekomunikasi. Dengan dukungan tren digitalisasi, kebijakan pemerintah, dan meningkatnya kebutuhan konektivitas, langkah ekspansi yang didanai melalui pasar modal ini dinilai berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja perseroan ke depan.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Desty Luthfiani

    Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

    Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

    Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

    Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".