[INFOGRAFIS] Apa Itu ESG Investing dan Bagaimana Statusnya
KABARBURSA - Investasi berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) kini menjadi pendekatan utama dalam membangun portofolio keuangan yang berkelanjutan. ESG Investing mempertimbangkan faktor lingkungan seperti perubahan iklim dan efisiensi energi, aspek sosial seperti hak asasi manusia dan kesejahteraan pekerja, serta tata kelola perusahaan yang menitikberatkan pada etika, transparansi, dan kepatuhan regulasi. Tujuannya tak hanya mengejar keuntungan finansial, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang bertanggung jawab. Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi motor utama penerapan ESG dengan regulasi seperti POJK No. 51/POJK.03/2017 yang mewajibkan pelaporan keberlanjutan, serta Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) versi terbaru 2025 yang mengklasifikasikan kegiatan ekonomi berdasarkan dampak lingkungannya.
Di pasar modal, adopsi ESG menunjukkan kemajuan signifikan. Bursa Efek Indonesia telah meluncurkan indeks ESG seperti IDX ESG Leaders dan SRI-KEHATI untuk mendukung pengembangan instrumen investasi berkelanjutan, meskipun kinerjanya belum selalu unggul dibanding indeks pasar umum. Di sisi global, tren ESG mengalami tekanan dengan keluarnya dana berkelanjutan senilai US$8,6 miliar pada kuartal pertama 2025 akibat dinamika geopolitik dan keraguan investor terhadap efektivitas ESG. Meski begitu, komitmen investasi tetap kuat—Indonesia bersama Qatar membentuk dana senilai US$4 miliar untuk sektor energi hijau dan industri hilir, menandakan arah jelas menuju masa depan investasi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.