INFOGRAFIS Batu Bara Anjlok, Dampak ke Emiten
KABARBURSA.COM - Harga batu bara kembali melemah tiga hari beruntun hingga ditutup di level USD105,4 per ton pada kontrak Oktober, meski permintaan Asia melonjak ke level tertinggi dalam setahun. Lonjakan impor China, Korea Selatan, dan Jepang belum cukup membalikkan tren penurunan harga global yang masih tertekan isu surplus pasokan. Dari dalam negeri, sentimen negatif muncul setelah Kementerian ESDM menangguhkan operasional 190 perusahaan tambang, memicu kekhawatiran investor. Kondisi ini tercermin di bursa, di mana saham ADRO turun 0,28% ke Rp1.755, PTBA stagnan di Rp2.380, dan ITMG terkoreksi 0,54% ke Rp22.850. Dengan ketidakpastian global, regulasi domestik, dan faktor musim dingin yang belum jelas, sektor batu bara kini berada dalam fase penuh kehati-hatian.