Logo
>

Pemegang Besar Lepas 18,19 Miliar, Saham BUMI Ambles

Aksi pelepasan 18,19 miliar saham oleh pemegang besar mengubah struktur kepemilikan BUMI, memicu tekanan jual dan volatilitas tinggi saat pasar mencari keseimbangan harga baru.

Ditulis oleh Yunila Wati
Pemegang Besar Lepas 18,19 Miliar, Saham BUMI Ambles
Pelepasan saham dalam jumlah besar membuat harga BUMI semakin ambles. Foto: Dok Bumi Resources.

Poin Penting :

KABARBURSA.COM – Apa yang terjadi pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sangat mempengaruhi pergerakan sahamnya pada perdagangan beberapa hari terakhir. Saham BUMI ambles, terkoreksi lebih dari 5 persen di sesi kedua perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.

Treasure Global Investments Limited, salah satu pemegang saham besar di BUMI, melepas kepemilikannya sebanyak 18,195 miliar saham. Angka tersebut setara dengan 4,9 persen dari total saham beredar.

Aksi ini secara otomatis langsung memangkas porsi kepemilikan Treasure Global Investments Limited, dari semula 30 miliar saham atau 8,08 persen menjadi 11,805 miliar saham atau 3,18 persen. Harga transaksi berlangsung di level bawah, yaitu 380 per saham.

Dalam keterbukaan informasi yang dikutip dari web resmi BEI, hari ini, transaksi ini dikategorikan sebagai shareholder restructuring. Artinya, perubahan kepemilikan ini bukan sekadar perpindahan kecil, melainkan reposisi struktural yang secara matematis langsung mengubah peta pemegang saham BUMI.

Saham Ambles Lima Persen

Seperti telah disampaikan di atas, secara matematis aksi ini langsung mengubah peta pemegang saham BUMI. Dan secara otomatis pula, terjadi volatilitas hebat di pergerakan intraday-nya. 

BUMI, yang dibuka di level 408, sempat bertahan di area atas pada awal sesi. Namun, tidak lama kemudian turun secara bertahap hingga menyentuh titik terendah di 386. Menjelang sore, saham ini sempat memantul tipis dan masih berada di zona merah, 398. Artinya, saham turun 4,83 persen dari penutupan sebelumnya di 414.

Tekanan pada BUMI ini terlihat konsisten, karena sejak awal sesi setiap Upaya rebound cenderung tertahan. Pasar belum sepenuhnya menyerap dampak suplai tambahan yang masuk sebagai efek dari pelepasan saham dalam jumlah besar.

Dalam dinamika pasar, transaksi sebesar ini bekerja dalam dua lapisan. Lapisan pertama adalah dampak mekanis, yaitu ketika puluhan miliar saham berpindah tangan, pasar harus menyerap suplai tersebut. Selama proses ini belum tuntas, harga cenderung berada di bawah tekanan. 

Lapisan kedua adalah dampak psikologis. Di sini perubahan kepemilikan besar hampir selalu dibaca sebagai sinyal oleh investor lain, terlepas dari motif korporasi di baliknya. Pasar tidak hanya bereaksi pada jumlah saham yang dilepas, tetapi juga pada pesan yang ditangkap dari aksi tersebut.

Harga transaksi Rp380 memang menjadi referensi tersendiri. Level ini lebih rendah dibanding harga pasar saat ini, sehingga menciptakan zona tarik-menarik baru. Namun, harga tersebut bisa dianggap sebagai level acuan distribusi. 

Di sisi lain, pasar masih mencoba mencari titik keseimbangan baru di atasnya. Selama proses ini berlangsung, volatilitas biasanya meningkat dan arah jangka pendek menjadi lebih sensitif terhadap arus transaksi.

BUMI bisa dikatakan sedang berada dalam fase penyesuaian. Harga belum membentuk basis baru yang stabil. Pergerakannya masih reaktif, mengikuti aliran jual-beli jangka pendek.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79