INFOGRAFIS Duit dari Hutan: Ekonomi Berbasis Alam
KABARBURSA.COM - Hutan Indonesia tak lagi sekadar paru-paru dunia, tapi kini menjelma menjadi mesin ekonomi berbasis alam yang konkret. Di Kalimantan Timur, program perdagangan karbon REDD+ telah menghasilkan komitmen insentif senilai US$110 juta, dengan 10% di antaranya langsung mengalir ke 139 desa hutan—rata-rata Rp1,2 miliar per desa untuk kebutuhan pendidikan, koperasi, hingga konservasi. Sementara di ujung timur Indonesia, Raja Ampat menampilkan wajah lain dari “duit hijau” lewat ekowisata: mencatat lebih dari 33 ribu wisatawan pada 2024 dan menyumbang Rp150 miliar bagi Pendapatan Asli Daerah. Desa-desa seperti Wehea dan Yoboi menjadi bukti bahwa menjaga hutan tak berarti menolak kemajuan—justru menjadi landasan ekonomi baru yang berkelanjutan. Dalam konteks global menuju ekonomi hijau, Indonesia berada di jalur strategis: memonetisasi hutan sambil mempertahankan kelestariannya.