[INFOGRAFIS] Evolusi E-Commerce di Indonesia 2010 - 2025
KABARBURSA - Sejak awal dekade 2010-an, sektor e-commerce Indonesia mengalami lonjakan signifikan, ditandai dengan kemunculan Tokopedia dan Bukalapak yang menjadi pelopor marketplace lokal. Keduanya mengusung visi memberdayakan UMKM untuk masuk ke ranah digital di tengah keterbatasan infrastruktur dan rendahnya literasi digital. Namun seiring meningkatnya penetrasi internet dan penggunaan smartphone, pasar mulai terbuka lebar. Tahun 2015 menjadi titik balik dengan masuknya Shopee yang membawa strategi agresif, seperti gratis ongkir dan diskon besar, yang mengubah pola belanja masyarakat secara masif. Persaingan semakin ketat saat raksasa global seperti Alibaba mengakuisisi Lazada dan pemain regional memperkuat posisinya di pasar Indonesia.
Momentum besar terjadi pada 2021, ketika Gojek dan Tokopedia resmi bergabung menjadi GoTo, menciptakan ekosistem digital terpadu yang mencakup transportasi, keuangan, dan perdagangan daring. Di sisi lain, Shopee terus memperluas dominasinya melalui layanan logistik internal dan pembayaran digital. Sementara itu, pendatang baru seperti TikTok Shop mempopulerkan konsep live commerce dan social shopping, meski sempat terganjal regulasi pemerintah pada 2023 yang kemudian memaksanya bermitra dengan Tokopedia. Memasuki 2025, e-commerce Indonesia tidak lagi hanya soal jual beli, melainkan medan integrasi layanan, inovasi teknologi berbasis AI, dan pertarungan ekosistem digital berskala regional hingga global.