Logo

[INFOGRAFIS] Kenaikan UMP Tidak Selalu Naikkan Daya Beli?

Terbit pada 16 April 2025 Oleh: Redaksi KabarBursa.com
[INFOGRAFIS] Kenaikan UMP Tidak Selalu Naikkan Daya Beli?

KABARBURSA - Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sering kali dipandang sebagai kabar baik bagi pekerja. Namun, dalam kenyataannya, peningkatan UMP tidak selalu berbanding lurus dengan kenaikan daya beli masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah inflasi yang turut naik seiring penyesuaian upah. Harga barang dan jasa cenderung menyesuaikan, sehingga nilai riil dari upah yang diterima bisa jadi tidak berubah, atau bahkan menurun.

Selain itu, beban hidup yang meningkat, seperti biaya sewa, transportasi, dan kebutuhan pokok, sering kali menyerap tambahan pendapatan dari kenaikan UMP. Dalam beberapa kasus, kenaikan upah justru menyebabkan perusahaan mengurangi tenaga kerja atau membatasi jam kerja demi menjaga efisiensi, yang pada akhirnya menghambat daya beli secara keseluruhan.

Ekonom menilai, agar UMP berdampak nyata terhadap kesejahteraan, kenaikan harus disertai dengan pengendalian inflasi, peningkatan produktivitas, serta stabilitas harga kebutuhan pokok. Tanpa langkah-langkah tersebut, kebijakan kenaikan UMP hanya akan menjadi angka tanpa makna nyata bagi kehidupan pekerja.