INFOGRAFIS Kesepakatan Dagang RI–AS
KABARBURSA.COM - Kesepakatan dagang terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat yang menurunkan tarif ekspor menjadi 19% dari sebelumnya 32% dinilai menjadi dorongan baru bagi perekonomian nasional. Bank Indonesia (BI) menyebut perjanjian ini sebagai “jendela kesempatan” untuk mempercepat pemulihan ekonomi, mendorong ekspor non‑migas, dan menarik arus modal asing. BI pun merespons dengan memangkas suku bunga acuan 7‑day reverse repo rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,25% guna mendukung konsumsi dan investasi domestik. Kesepakatan ini diperkirakan akan meningkatkan daya saing produk energi seperti batubara dan LNG, serta komoditas agrikultur seperti kelapa sawit, karet, kopi, dan kakao di pasar global. Sentimen positif ini langsung terlihat di pasar, dengan IHSG menguat sekitar 0,7% dan rupiah tetap stabil, memberikan sinyal optimisme bahwa perdagangan dan investasi Indonesia dapat kembali bergairah di tengah ketidakpastian ekonomi global.