[INFOGRAFIS] May Day Selesai, Buruh Tunggu Aksi Nyata
KABARBURSA - Peringatan Hari Buruh Internasional 2025 di Monas diwarnai ribuan massa dan tokoh serikat buruh nasional yang berbagi panggung dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah tetap mendengarkan aspirasi buruh dan mulai memproses beberapa tuntutan, termasuk mitigasi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Pemerintah, katanya, tak ingin hanya bertindak saat krisis sudah terjadi, tetapi merancang pencegahan sejak awal.
Beberapa pemimpin serikat yang hadir antara lain Said Iqbal (KSPI), Jumhur Hidayat (KSPSI), Andi Gani Nena Wea (KSPSI), dan Elly Rosita Silaban (KSBSI). Mereka menyampaikan dukungan dan pandangan terhadap arah pemerintahan Prabowo, meskipun ada perbedaan sikap politik di antara mereka. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa gerakan buruh kini juga menempuh jalur dialog politik, bukan sekadar aksi jalanan.
Sementara itu, gelombang PHK dan stagnasi konsumsi rumah tangga menandai ketimpangan pemulihan ekonomi pasca pandemi. Menurut ekonom Achmad Nur Hidayat, pertumbuhan ekonomi yang tercatat tinggi belum dirasakan merata. Sektor padat karya tidak mendapat dorongan signifikan, sementara efisiensi perusahaan melalui otomatisasi justru memperkecil peluang kerja. Upah riil stagnan, daya beli lemah, dan banyak korban PHK formal terpaksa beralih ke sektor informal dengan jaminan kerja minim. Ketimpangan ini menjadi tantangan struktural ekonomi Indonesia yang belum terpecahkan.