INFOGRAFIS Mineral Tanah Jarang di Tengah Tegangan Dagang AS–China
KABARBURSA.COM - Mineral tanah jarang menjadi salah satu isu paling strategis dalam perang dagang AS–China karena perannya yang vital dalam teknologi, industri militer, dan energi terbarukan. China, yang menguasai lebih dari 60% produksi global dan 92% kapasitas pengolahannya, memperketat ekspor mineral ini pada Oktober 2025, termasuk menambah lima elemen baru ke daftar pembatasan. Kebijakan tersebut memicu reaksi keras dari Presiden AS Donald Trump, yang mengancam balasan ekonomi dan bahkan pembatalan pertemuan dengan Presiden Xi Jinping. Amerika Serikat sangat bergantung pada China, dengan sekitar 70% impor mineral tanah jarang berasal dari negara tersebut, sementara kapasitas domestiknya terbatas pada satu tambang di California tanpa fasilitas pemrosesan heavy rare earths. Di sisi lain, mineral tanah jarang digunakan dalam berbagai sektor penting, mulai dari smartphone, kendaraan listrik, dan peralatan medis hingga jet tempur F-35 dan sistem pertahanan militer. Pembatasan terbaru China dianggap sebagai bentuk eskalasi dalam konflik dagang dan menunjukkan bagaimana Beijing memanfaatkan dominasinya sebagai alat tekanan geopolitik terhadap Washington.