[INFOGRAFIS] Sebaran Investasi Cina vs Jepang vs Korea di RI
KABARBURSA - Selama satu dekade terakhir (2015–2025), Indonesia telah menjadi magnet investasi bagi tiga kekuatan ekonomi Asia Timur: Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Ketiganya berlomba menanamkan modal di sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas pembangunan nasional. Tiongkok menempati posisi terdepan dengan total investasi mencapai USD 34,19 miliar antara 2019 hingga 2024, berkontribusi sekitar 18% dari total investasi asing langsung. Fokus utama investasi Tiongkok berada pada sektor hilirisasi sumber daya alam, khususnya pengolahan logam nikel, serta sektor transportasi, logistik, dan telekomunikasi. Proyek-proyek besar mereka seperti di Morowali (Sulawesi Tengah) dan Weda Bay (Maluku Utara) menjadi simbol dominasi Tiongkok dalam industri pengolahan nikel dan kawasan industri terpadu di luar Pulau Jawa.
Sementara itu, Jepang tetap mempertahankan posisinya sebagai investor klasik yang andal di sektor manufaktur otomotif dan infrastruktur, dengan investasi senilai Rp 75 triliun selama 2019–2024. Lebih dari 90% investasi Jepang terpusat di Pulau Jawa, terutama di kawasan industri Bekasi, Karawang, dan Purwakarta, menjadikannya pusat produksi otomotif nasional. Di sisi lain, Korea Selatan muncul sebagai kekuatan baru dalam sektor teknologi hijau dengan menanamkan investasi sebesar USD 1,3 miliar pada kuartal II 2024—melampaui Jepang dan Amerika Serikat pada periode yang sama. Proyek strategis Korea, seperti pabrik baterai EV Hyundai-LG di Karawang, serta investasi lanjutan senilai USD 1,7 miliar, menunjukkan ambisi Negeri Ginseng dalam mendominasi rantai pasok energi masa depan Indonesia.