Logo

[INFOGRAFIS] Sejarah Krisis Ekonomi Indonesia

Terbit pada 15 May 2025 Oleh: Redaksi KabarBursa.com
[INFOGRAFIS] Sejarah Krisis Ekonomi Indonesia

KABARBURSA - Indonesia telah melalui tiga krisis ekonomi besar dalam dua dekade terakhir—1998, 2008, dan 2020—yang masing-masing meninggalkan jejak mendalam terhadap stabilitas ekonomi nasional. Krisis moneter 1998 menjadi yang paling parah, dengan kontraksi PDB sebesar -13,1%, kurs rupiah anjlok dari Rp2.600 menjadi lebih dari Rp17.000 per dolar AS, dan jutaan pekerja kehilangan pekerjaan. Di pasar modal, IHSG terjun bebas lebih dari 50%, mencerminkan kepanikan akut yang mengakar dalam krisis perbankan dan runtuhnya kepercayaan publik. Krisis ini tak hanya mengguncang ekonomi, tetapi juga menjadi titik balik politik nasional.

Satu dekade kemudian, Indonesia kembali diuji oleh krisis keuangan global 2008, kali ini dampaknya lebih moderat. Pertumbuhan ekonomi melambat, IHSG terpangkas hingga 50%, dan rupiah melemah ke Rp12.650 per dolar. Krisis terbaru terjadi pada 2020 saat pandemi COVID-19 mengguncang dunia. PDB Indonesia kembali negatif (-2,07%), IHSG sempat jatuh pada kuartal pertama, dan pengangguran melonjak hingga 7,1%. Meski berbeda penyebab, ketiga krisis ini menunjukkan pola kerentanan yang serupa: depresiasi tajam rupiah, kontraksi ekonomi, serta lonjakan pengangguran—sekaligus menjadi pelajaran penting akan pentingnya ketahanan ekonomi nasional.