INFOGRAFIS Widjojo Nitisastro & ‘Technocratic Economics’: Warisan di UU APBN Modern
KABARBURSA.COM - Nama Widjojo Nitisastro mungkin tak banyak dikenal generasi muda, namun warisannya begitu kuat terasa dalam wajah kebijakan fiskal Indonesia hari ini. Sebagai arsitek ekonomi Orde Baru dan penggagas perencanaan lima tahunan REPELITA, Widjojo memperkenalkan pendekatan technocratic economics—ekonomi berbasis data, rasional, dan jangka panjang—yang kini tercermin jelas dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2025. Mulai dari target inflasi 1,5–3,5 persen, defisit fiskal di bawah 2,3 persen PDB, hingga prioritas pembangunan SDM dan hilirisasi, semua mengikuti pola pikir yang ia tanamkan sejak 1960-an: negara harus punya arah, dan APBN adalah alat navigasinya. Meski pendekatan ini kerap dinilai kaku atau terlalu teknokratik, justru dari sanalah Indonesia belajar membangun ekonomi yang stabil dan berkelanjutan lintas generasi.