Logo
>

Bahlil Genjot Hilirisasi 28 Komoditas, Target Investasi USD618 Miliar hingga 2040

Bahlil dorong hilirisasi 28 komoditas strategis, target investasi USD618 miliar hingga 2040 untuk dongkrak PDB, ekspor, dan lapangan kerja.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Bahlil Genjot Hilirisasi 28 Komoditas, Target Investasi USD618 Miliar hingga 2040
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan paparan perihal strategi transisi energi dan penguatan hilirisasi dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat, 13 Februari 2026. Foto: Tangkapan layar YouTube Perekonomian RI/KabarBursa.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM — Pemerintah memasang taruhan besar pada hilirisasi. Bukan lagi sekadar slogan “nilai tambah”, tetapi jadi mesin pertumbuhan jangka panjang yang ditargetkan menopang ekonomi hingga 2040. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut, total kebutuhan investasi dari proyek hilirisasi 28 komoditas strategis mencapai USD 618 miliar hingga 2040. Dari skenario itu, pemerintah memproyeksikan potensi ekspor tembus USD 857,9 miliar, kontribusi terhadap PDB sebesar USD 235,9 miliar, serta penciptaan lebih dari 3 juta lapangan kerja.

    “Tidak ada satu pun negara berkembang yang punya sumber daya alam bisa menjadi negara maju tanpa industrialisasi dan hilirisasi,” tegas Bahlil dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat, 13 Februari 2026.

    Ia menegaskan, paradigma ekspor bahan mentah harus dihentikan. Indonesia, kata dia, terlalu lama hanya menjadi pemasok bahan baku untuk industri negara lain. “Sudah cukup negara kita ini dijajah 3,5 abad hanya untuk mengambil rempah-rempah dan bahan baku kita. Jangan setelah merdeka, kita masih kirim barang mentah,” ujarnya.

    Dari Nikel ke 28 Komoditas

    Bahlil menjadikan nikel sebagai contoh paling konkret dampak hilirisasi. Pada 2017, nilai ekspor produk turunan nikel hanya USD 3,3 miliar. Setelah larangan ekspor bijih nikel diberlakukan pada 2020, ekspor turunan melonjak menjadi USD 33,9 miliar pada 2024—naik lebih dari 10 kali lipat dalam lima tahun.

    “Inilah dampak hilirisasi. Dari USD 3,3 miliar menjadi hampir USD 34 miliar. Itu bukan teori, itu data,” kata dia.

    Slide paparan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenai strategi hilirisasi sebagai pendorong transformasi ekonomi nasional dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026. Dalam slide tersebut ditampilkan potensi investasi hingga USD618 miliar dan proyeksi dampak ekonomi sampai 2040, termasuk kontribusi terhadap PDB, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja. Foto: Alpin Pulungan/KabarBursa.

    Model serupa akan diperluas ke 28 komoditas lain, mencakup sektor mineral, batubara, minyak dan gas, hingga perkebunan, perikanan, dan kelautan. Di sektor tambang, selain nikel, pemerintah telah menghentikan ekspor mentah bauksit dan mulai mengkaji pembatasan ekspor bahan mentah timah. “Silakan bangun industri di dalam negeri. Jangan lagi kita kirim bahan mentah,” tegas Ketua Umum Partai Golkar ini.

    Di sektor non-tambang, komoditas seperti kelapa dan gambir masuk radar hilirisasi. Bahlil menyebut potensi nilai tambah kelapa bisa melonjak drastis jika diolah menjadi produk turunan seperti coconut milk dan turunannya. “Ada pergeseran konsumsi di China dari susu sapi ke susu berbasis kelapa. Potensinya bisa ribuan triliun rupiah kalau kita hilirisasi,” ungkap Bahlil.

    Gambir pun tak luput dari sorotan. Indonesia menguasai sekitar 80 persen produksi dunia, tetapi sebagian besar masih diekspor dalam bentuk bahan baku. “Kalau kita olah di dalam negeri, nilainya bisa berlipat-lipat. Jangan sampai kita hanya jadi pemasok bahan mentah terus,” katanya.

    Selain mendorong ekspor, hilirisasi juga diproyeksikan menjadi alat substitusi impor. Pemerintah ingin mengurangi ketergantungan pada barang jadi impor dengan membangun rantai produksi di dalam negeri.

    “Semua produknya diarahkan untuk substitusi impor. Ini captive market di dalam negeri,” kata Bahlil.

    Ia menyebut strategi ini sekaligus membuka ruang pembiayaan bagi perbankan nasional. Jika bank dalam negeri tidak masuk membiayai proyek hilirisasi, peluang itu akan diambil oleh bank asing. “Pasti bank asing masuk dengan bunga murah. Uangnya masuk, nanti keluar lagi ke luar negeri,” ujarnya.

    18 Komoditas Diserahkan ke Satgas Danantara

    Dalam struktur pelaksanaan, pemerintah telah menyerahkan 18 komoditas prioritas kepada Satuan Tugas Hilirisasi yang kini berada di bawah koordinasi Danantara. Bahlil menyebut, ia sudah berkoordinasi dengan CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani untuk mengawal implementasi proyek-proyek tersebut secara intensif.

    “Kami sudah sepakat, ada 18 komoditas yang kita serahkan. Rapatnya dua kali sebulan. Ini kita kawal langsung,” katanya.

    Masuknya Danantara menandai pergeseran pendekatan, yakni hilirisasi tidak lagi hanya menjadi kebijakan sektoral kementerian, tetapi agenda strategis yang dikaitkan dengan pengelolaan aset negara dan investasi jangka panjang.

    Bahlil mengaitkan hilirisasi dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang menjadi ambisi Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, tanpa lompatan industrialisasi berbasis sumber daya alam, target tersebut sulit dicapai. “Kalau kita konsisten dengan hilirisasi, angka 8 persen itu bukan mimpi,” ujarnya.

    Namun jalan menuju 2040 bukan tanpa risiko. Proyek hilirisasi membutuhkan investasi besar, stabilitas regulasi, kepastian insentif, serta kapasitas teknologi dan SDM. Larangan ekspor mentah juga berpotensi memicu tekanan dagang dari negara mitra.

    Meski begitu, pemerintah tampak mantap. Dengan potensi investasi USD 618 miliar dan ekspor mendekati USD 860 miliar, hilirisasi kini diposisikan sebagai mesin pertumbuhan baru Indonesia. Sebuah taruhan jangka panjang untuk keluar dari jebakan negara pengekspor bahan mentah.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Moh. Alpin Pulungan

    Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

    Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).