KABARBURSA.COM – Investor ritel memusatkan transaksi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dalam perdagangan Jumat, 13 Februari 2026. Nilai pembelian ritel pada saham perbankan tersebut mencapai Rp143,9 miliar, tertinggi dibanding saham lain pada hari yang sama.
Data broker activity menunjukkan selisih nilai beli BBCA terpaut lebar dari saham peringkat berikutnya. PT Indospring Tbk (INDS) hanya mencatat pembelian Rp26,7 miliar, diikuti PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp17,1 miliar.
BBCA diperdagangkan dengan volume 3,56 juta lot dan frekuensi 81.301 kali transaksi. Nilai transaksi harian mencapai Rp2,58 triliun dengan harga rata-rata 7.240.
Pada penutupan sesi, BBCA berada di level 7.200 atau turun 125 poin setara 1,71 persen. Harga bergerak dalam rentang 7.200 hingga 7.325 sepanjang hari.
Arus dana tercatat timpang pada saham ini. Foreign buy mencapai Rp984,34 miliar, sedangkan foreign sell sebesar Rp2,29 triliun dengan net foreign minus Rp1,30 triliun.
Dalam lima hari perdagangan terakhir, BBCA mencatat tekanan konsisten. Harga turun dari 7.500 pada 9 Februari menjadi 7.200 pada 13 Februari.
Nilai transaksi selama periode tersebut berkisar Rp957 miliar hingga Rp2,58 triliun per hari. Frekuensi transaksi bergerak antara 36 ribu hingga 81 ribu kali per sesi.
Sementara dana ritel terpusat di BBCA, sejumlah saham lain mencatat nilai beli lebih kecil. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dibeli Rp13,8 miliar dan PT Sentul City Tbk (BKSL) Rp13,6 miliar.
Di sisi lain, ritel melepas saham energi dan komoditas. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi yang terbesar dengan nilai jual Rp58 miliar atau 2,1 juta lot.
Tekanan jual juga terjadi pada PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp43,2 miliar. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dilepas Rp18,5 miliar dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp16,2 miliar.
Perbandingan nilai tersebut menunjukkan konsentrasi dana ritel tidak merata. Selisih pembelian BBCA dengan saham lain mencapai lebih dari lima kali lipat.
Data transaksi ini merekam distribusi bruto segmen reguler pada 13 Februari. Arus dana tercatat berdasarkan kategori investor ritel dalam satu sesi perdagangan. (*)