KABARBURSA.COM — Target pertumbuhan ekonomi 8 persen menuntut kerja ekstra. Hitung-hitungan pemerintah menunjukkan Indonesia membutuhkan investasi sekitar Rp13.032,8 triliun dalam lima tahun ke depan. Angka itu jauh di atas realisasi tahunan saat ini.
Di tengah ruang fiskal yang makin sempit dan tekanan global yang belum reda, sumber pembiayaan menjadi pertanyaan krusial, apakah cukup mengandalkan pasar atau perlu peran institusi negara seperti Danantara?
Di forum Indonesia Economic Outlook atau IEO 2026 di Wisma Danantara, Jumat, 13 Februari 2026, Danantara Indonesia memposisikan diri sebagai salah satu mesin utama penggerak investasi tersebut. Lembaga ini tidak hanya ingin menjadi investor pasif, tetapi arsitek proyek-proyek strategis yang diklaim mampu mendorong transformasi ekonomi.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan arah investasi lembaganya dirancang untuk menciptakan efek berganda, bukan sekadar mengejar imbal hasil finansial jangka pendek. “Danantara hadir untuk memastikan investasi tidak hanya menghasilkan return finansial, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri, dan mendorong transformasi ekonomi nasional,” ujarnya.
Ia memaparkan, untuk menopang target pertumbuhan ekonomi nasional, Indonesia diproyeksikan membutuhkan investasi Penanaman Modal Asing atau PMA dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sekitar Rp13.000 triliun pada periode 2025–2029. Sementara itu, realisasi investasi nasional pada 2025 tercatat mencapai Rp1.931,2 triliun dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 2,7 juta orang.
Hilirisasi Jadi Motor Utama
Hilirisasi disebut menjadi motor utama pertumbuhan investasi. Sepanjang 2025, nilai investasi hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun atau sekitar 30,2 persen dari total realisasi investasi nasional, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Danantara menyiapkan pipeline investasi lintas sektor bernilai puluhan miliar dolar AS, meliputi:
- Pengembangan fasilitas waste-to-energy di 33 kota
- Investasi agrikultur terintegrasi di dalam dan luar negeri
- Pengembangan platform data center bersama operator global
- Hilirisasi energi seperti bioethanol, bioavtur, dan DME
- Penguatan industri pangan, termasuk poultry dan pengolahan garam
Secara keseluruhan, pipeline proyek hilirisasi tersebut memiliki potensi investasi sekitar USD26 miliar dan diperkirakan mampu menciptakan lebih dari 600 ribu lapangan kerja, baik langsung maupun tidak langsung.
Di tingkat global, Danantara juga memperluas kemitraan strategis melalui kerja sama dengan sejumlah sovereign wealth fund dan lembaga keuangan internasional. Rosan menyebut, kepercayaan investor global turut tercermin dari capaian peringkat kredit Danantara Investment Management yang memperoleh rating BBB dengan outlook stabil, sejalan dengan sovereign rating Indonesia.
“Setiap investasi harus memiliki multiplier effect, industri tumbuh, teknologi berpindah, lapangan kerja tercipta, dan kapasitas nasional meningkat,” kata Rosan.
Menurutnya, momentum reformasi ekonomi harus terus dijaga agar arus investasi tetap terjaga dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Indonesia memiliki fondasi yang kuat. Tugas kita adalah memastikan momentum ini diterjemahkan menjadi investasi riil, pertumbuhan industri, dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Tiga Program Prioritas
Sebelumnya, di kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto memamerkan tiga capaian program prioritasnya yang diklaim memberikan optimisme terhadap ekonomi nasional.
“Pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang nyata dan berpihak pada rakyat melalui penguatan program prioritas serta pengelolaan sumber daya nasional secara mandiri,” ujar Prabowo.
Prabowo mengklaim sejumlah capaian mulai tampak secara nyata di daerah dari tiga program prioritasnya setelah lebih dari satu tahun pemerintahan berjalan. Ia menerima laporan dari sejumlah kepala daerah tentang peningkatan konsumsi rumah tangga seiring implementasi kebijakan tersebut.
Pertama, Ketua Umum Partai Gerindra itu memaparkan hasil program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjangkau 60,2 juta penerima manfaat, yang terdiri atas anak-anak, ibu hamil, dan lansia. “Kalau dihitung, kita memberi makan penduduk sebesar Afrika Selatan setiap hari. Ini prestasi manajemen dan logistik yang membanggakan,” ujar Prabowo.
Secara kumulatif, pemerintah telah memproduksi dan mendistribusikan sekitar 4,5 miliar porsi makanan. Prabowo menyebut tingkat gangguan yang terjadi sangat kecil dibanding total distribusi, seraya menekankan target zero error dalam pelaksanaan ke depan.
Program MBG kini didukung lebih dari 23 ribu dapur SPPG dan ditargetkan mencapai lebih dari 30 ribu dapur pada puncaknya, dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 1,5 juta orang. Menurut Prabowo, dampak program tersebut tidak hanya pada peningkatan konsumsi, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa melalui keterlibatan petani, peternak, serta pelaku usaha kecil sebagai pemasok bahan pangan.
“Ekonomi akan bangkit dari lapisan paling bawah,” tegasnya.
Selain MBG, pemerintah juga memulai pembangunan desa nelayan. Pada 2026 ditargetkan 1.000 desa nelayan dibangun dengan fasilitas seperti pabrik es, cold storage, dermaga, hingga dukungan kapal dan akses pasar. Dalam empat tahun ke depan, jumlahnya ditargetkan mencapai 5.000 desa. Prabowo menekankan skema pembiayaan berbasis koperasi, bukan bantuan langsung tanpa pengembalian.
“Kita bukan ekonomi hand out. Ini kita organisir dalam koperasi, mereka bayar kembali secara ringan dan jangka panjang,” ujarnya.
Program Koperasi Desa Merah Putih juga menjadi bagian dari strategi pemerataan ekonomi. Ditargetkan terbentuk 30 ribu koperasi desa yang dilengkapi gudang, fasilitas penyimpanan dingin, klinik desa, apotek obat generik, serta layanan pembiayaan mikro untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada rentenir.
Prabowo menegaskan, seluruh pembiayaan program tersebut telah dialokasikan dalam anggaran negara, termasuk optimalisasi dana desa yang selama ini telah disalurkan. Ia menekankan perlunya tata kelola yang lebih baik agar anggaran benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk realistis namun optimistis dalam mengejar cita-cita menjadi negara maju. Ia mengingatkan pentingnya keberanian mengakui kelemahan sekaligus memperbaikinya melalui reformasi struktural, penguatan investasi, serta pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
“Kita ingin berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita akan buktikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita nyata dan bisa melampaui target yang ditetapkan,” pungkas Prabowo.
Forum IEO 2026 menjadi momentum konsolidasi pemerintah bersama pelaku usaha, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan ekonomi untuk memperkuat fondasi pertumbuhan menuju Indonesia maju dan berdaya saing global. (ADI SUBCHAN)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.