KABARBURSA.COM - Badan Pengelola Investasi Danantara menyiapkan lelang tahap kedua proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Lelang dijadwalkan bergulir pada Maret 2026. Chief Executive Officer (CEO) Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan tahap kedua menyasar 12 kota. “Kurang lebih pada bulan Maret,” ujar Rosan usai acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat, 13 Februari 2026.
Ia menegaskan pengumuman dilakukan setelah evaluasi tahap pertama rampung. Empat kota telah lebih dulu masuk proses lelang awal. “Rencana akhir Februari akan kami umumkan setelah evaluasi menyeluruh. Evaluasi mencakup aspek teknis, finansial, dan teknologi,” katanya.
Kata Rosan, pihaknya tengah merampungkan pembahasan internal sebelum penetapan pemenang dilakukan. “Kita akan umumkan pemenangnya. Nanti kita rapatkan dulu, kemungkinan akhir bulan ini,” ujar Rosan.
Danantara menerapkan syarat ketat bagi calon mitra waste to energy (WTE). Peserta wajib berpengalaman mengoperasikan fasilitas berkapasitas minimal 1.000 ton per hari. Rekam jejak operasi dan pemeliharaan pembangkit juga menjadi syarat utama.
Dari sisi finansial, peserta harus memiliki aset minimal Rp2,5 triliun per tahun. Ketentuan itu berlaku dalam tiga tahun terakhir. Ekuitas minimal ditetapkan sebesar Rp700 miliar. Lalu, pendapatan kumulatif perusahaan harus mencapai sedikitnya Rp900 miliar.
Selain itu, struktur keuangan wajib sehat dengan rasio utang maksimal empat kali ekuitas. Peserta juga harus memiliki pengalaman pembiayaan sedikitnya satu proyek serupa. Sebanyak 24 perusahaan lolos daftar peserta terpilih pada Oktober 2025. Hanya perusahaan dalam daftar tersebut berhak mengajukan proposal resmi.
Adapun wilayah yang ditawarkan adalah daerah yang dinilai siap dikembangkan. Tahap berikutnya berupa negosiasi dan penunjukan mitra. Proses itu ditargetkan selesai pada Februari 2026. Penyelesaian legal dan persiapan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dijadwalkan Maret hingga Mei 2026. Groundbreaking proyek direncanakan berlangsung bertahap pada kuartal II.
60 Juta Ton Sampah per Tahun
Rosan menilai persoalan sampah di Indonesia sudah berada pada tahap mendesak. Ia mengungkapkan produksi sampah nasional mencapai sekitar 60 juta ton per tahun, dengan sekitar 87 persen di antaranya belum terkelola optimal. Ia mencontohkan sistem pengolahan sampah di China dan Thailand yang dinilai berhasil menerapkan teknologi WTE tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.
“Tidak ada baunya sama sekali, bahkan ada taman bacaan anak-anak di sekitarnya. Ini yang ingin kita sampaikan, bahwa dengan teknologi ini, sampah lama pun masih bisa diolah dan dimanfaatkan,” kata Rosan.
Sementara itu, Lead Waste to Energy Danantara Indonesia, Fadli Rahman, memaparkan tahap pertama proyek difokuskan pada empat kota, yakni Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta. Menurut Fadli, keempat wilayah tersebut dinilai paling siap dari sisi administratif serta memiliki volume sampah yang mendesak untuk ditangani.
“Proyek ini sudah memasuki tahap krusial dengan rencana pengumuman pemenang tender pada akhir Februari 2026,” ujar Fadli.
24 Perusahaan Global Lolos Seleksi
Dalam proses penjaringan, Danantara melakukan evaluasi terhadap lebih dari 200 perusahaan yang masuk dalam Daftar Penyedia Teknologi (DPT). Dari jumlah tersebut, 24 perusahaan internasional dinyatakan lolos seleksi dan berhak mengikuti tender sebagai Badan Usaha Pengembang dan Pengelola PSEL.
Perusahaan tersebut berasal dari China, Prancis, Jepang, Singapura, dan Hong Kong. Fadli menegaskan, setiap peserta tender diwajibkan membentuk konsorsium dengan mitra lokal guna mendorong alih teknologi. “Kami mewajibkan pembentukan konsorsium dengan mitra lokal atau pemerintah daerah. Harapannya terjadi transfer teknologi dan penguatan kapasitas nasional,” tegasnya.
Ia menambahkan, proyek WTE bukan sekadar proyek teknologi, melainkan bagian dari kebijakan publik lintas sektor yang memerlukan tata kelola transparan dan mitigasi risiko sejak tahap awal, termasuk dalam pemilihan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP). (ADI SUBCHAN)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.