Logo
>

Danantara dan BP BUMN Resmikan Transformasi Danareksa Jadi Asset Management

Fase restrukturisasi mendalam, diarahkan menjadi entitas manajemen aset dengan target dana kelolaan mencapai Rp185 triliun

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Danantara dan BP BUMN Resmikan Transformasi Danareksa Jadi Asset Management
Ilustrasi Danantara. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama Danantara resmi mengawali langkah besar. PT Danareksa (Persero) kini memasuki fase restrukturisasi mendalam, diarahkan menjadi entitas manajemen aset dengan target dana kelolaan mencapai Rp185 triliun.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan perubahan arah tersebut. Danareksa tak lagi berfungsi sebagai holding lintas sektor. Sebaliknya, institusi ini akan dilebur menjadi satu entitas kuat yang difokuskan sebagai pengelola aset berskala besar. Ia menyebut, sebagai gambaran, dana kelolaan manajer investasi Himbara saat ini telah menyentuh Rp185 triliun.

Transformasi ini ditandai dengan langkah strategis berupa pemisahan atau spin-off sejumlah anak usaha. Unit-unit bisnis yang tidak sejalan dengan inti bisnis pengelolaan aset akan dilepaskan. Ini bukan sekadar penyesuaian struktur, melainkan reposisi fundamental.

Sejumlah sektor yang selama ini berada di bawah payung Danareksa—mulai dari kawasan industri, konstruksi, clearing house, hingga jasa keuangan—akan dialihkan. Masing-masing akan dikonsolidasikan ke dalam holding sektoral sesuai kompetensi utamanya. Sebuah penataan ulang yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi sekaligus fokus operasional.

Dony menegaskan arah baru tersebut. Danareksa akan kembali ke khitahnya. Menjadi perusahaan manajemen aset murni. Empat entitas manajemen aset milik BUMN akan dilebur, membentuk satu kekuatan baru di bawah nama Danareksa.

Proses pelepasan anak usaha ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Seluruh tahapan restrukturisasi dijadwalkan selesai pada pertengahan bulan depan. Adapun pengumuman resmi hasil konsolidasi direncanakan pada 10 Mei mendatang.

Dengan model bisnis yang lebih terfokus, pemerintah berharap Danareksa mampu beroperasi lebih tajam dan efisien. Bukan hanya kuat secara struktur, tetapi juga adaptif dalam mengelola portofolio aset negara secara profesional.

Pasca integrasi, skala bisnis Danareksa diproyeksikan melonjak signifikan. Hal ini tak lepas dari rencana konsolidasi manajer investasi Himbara ke dalam satu payung. Sinergi tersebut akan menciptakan entitas dengan kapasitas pengelolaan dana yang masif.

Jika terealisasi, total dana kelolaan akan mencapai Rp185 triliun. Angka yang menempatkan Danareksa sebagai perusahaan manajemen aset terbesar kedua di Indonesia. Sebuah lompatan strategis dalam peta industri keuangan nasional.

Transformasi ini bukan sekadar restrukturisasi korporasi. Ia merupakan redefinisi peran. Dari entitas multi-sektor menjadi institusi pengelola aset yang presisi, efisien, dan berorientasi nilai. Pemerintah menaruh harapan besar—agar Danareksa mampu menjadi motor optimalisasi aset negara sekaligus pemain utama di industri manajemen investasi domestik.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.