KABARBURSA.COM — PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) bersiap menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025 pada hari Senin, 15 Juni 2026. Berdasarkan dokumen pemanggilan resmi perseroan, rapat akan dilaksanakan secara fisik mulai pukul 14.00 WIB bertempat di Function Room, Lantai 6 Grha Baramulti, Jakarta Pusat, sekaligus difasilitasi secara elektronik melalui eASY.KSEI.
Investor pasar modal dipastikan akan menyoroti tajam dua agenda krusial dalam rapat kali ini, yaitu kepastian kelanjutan guyuran dividen bernilai jutaan dolar serta rencana perombakan kembali susunan pengurus perseroan.
BSSR selama ini dikenal sebagai salah satu emiten sektor batu bara yang sangat royal dalam membagikan keuntungan kepada pemegang saham (dividend hunter). Secara historis, pada RUPST yang diadakan Juni tahun lalu untuk tahun buku 2024, perseroan menyepakati pembagian dividen tunai total sebesar USD20 juta.
Suntikan dividen final senilai USD20 juta (sekitar Rp 123,82 per saham) pada Juni tahun lalu tersebut melengkapi rangkaian tebaran keuntungan BSSR untuk Tahun Buku 2024 yang dibagikan secara bertahap. Sebelumnya, perseroan telah menggelontorkan dua kali dividen interim, yakni Interim I pada 21 November 2024 sebesar USD30 juta (Rp 178,78 per saham) dan Interim II pada 15 Januari 2025 senilai USD 25 juta (Rp 154,40 per saham). Jika dikalkulasikan secara akumulatif, para pemegang saham BSSR berhasil mengantongi total dividen fantastis mencapai USD 75 juta atau setara Rp 457,00 per saham sepanjang tahun buku tersebut.
Pola royalitas dengan total kumulatif USD75 juta ini sejatinya merupakan cerminan konsistensi dari tahun buku sebelumnya. Pada Tahun Buku 2023, emiten tambang ini juga membukukan total komitmen dividen dengan nilai serupa, yang didistribusikan melalui dividen interim pada Januari 2024 sebesar USD20 juta (Rp 118,39 per saham) dan ditutup dengan dividen final hasil RUPST Juni 2024 senilai USD55 juta (Rp 345,15 per saham). Rekam jejak distribusi berkali-kali dalam satu tahun buku inilah yang menempatkan angka psikologis USD75 juta sebagai standar pembuktian yang ditunggu pasar pada keputusan RUPS besok.
Memasuki RUPS nanti, agenda penetapan penggunaan laba bersih kembali diletakkan pada Mata Acara Rapat Kedua. Secara analitik, pasar akan menguji apakah BSSR mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan rasio pembagian dividen (dividend payout ratio) tersebut, mengingat kinerja laba bersih perseroan tetap menjadi tulang punggung daya tarik sahamnya.
Babak Baru Perombakan Manajemen
Selain urusan bagi-bagi keuntungan, dinamika internal di kursi pengurus BSSR menjadi sorotan kritis berikutnya. Pada Mata Acara Rapat Kelima, manajemen menjadwalkan agenda "Perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi, serta penyampaian kembali susunan pemegang saham Perseroan".
Dalam dokumen pemanggilan RUPS, direksi BSSR memberikan konfirmasi tertulis mengenai alasan di balik agenda tersebut.
“Mata Acara Rapat Kelima akan dilaksanakan karena adanya pengunduran diri dan pengangkatan anggota baru Dewan Komisaris dan/atau Dewan Direksi Perseroan,” tulis BSSR dalam dokumen RUPS yang dilihat Minggu, 14 Juni 2026.
Perubahan ini melanjutkan tren perombakan organisasi yang juga terjadi pada tahun lalu, di mana RUPS saat itu menyepakati masuknya Jeong Woo Yoo untuk bergabung ke jajaran Dewan Komisaris guna menggantikan posisi Gi Ock Han.
Secara tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance), pergantian pengurus yang terjadi berturut-turut dalam dua tahun terakhir memicu perhatian analitis dari para pelaku pasar. Investor akan mencermati apakah perubahan nakhoda dan pengawas kali ini membawa penyegaran strategi operasional baru atau justru menjadi sinyal adanya dinamika internal yang perlu diantisipasi di tengah tantangan industri komoditas energi saat ini.
Hasil keputusan dari Grha Baramulti esok hari akan menjadi penentu arah pergerakan saham BSSR, sekaligus pembuktian apakah emiten ini tetap menjadi magnet utama bagi para pemburu dividen di lantai bursa.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.