Logo
>

Harga Minyak Dunia Melonjak usai AS dan Iran Gagal Capai Kesepakatan

Kegagalan negosiasi perdamaian AS-Iran dan masih tertutupnya Selat Hormuz mendorong harga minyak naik lebih dari tiga persen.

Ditulis oleh Syahrianto
Harga Minyak Dunia Melonjak usai AS dan Iran Gagal Capai Kesepakatan
Ilustrasi: Alat pengangkat minyak dari dalam tanah. (Foto: Pexels/Jan Zakelj)

KABARBURSA.COM – Harga minyak dunia melonjak lebih dari 3 persen pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026, setelah Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan terkait proposal perdamaian yang diajukan Washington.

Kenaikan harga minyak juga dipicu kondisi Selat Hormuz yang masih sebagian besar tertutup sehingga pasokan energi global tetap berada dalam tekanan.

Berdasarkan data Reuters, harga minyak mentah Brent naik USD3,21 atau 3,17 persen menjadi USD104,50 per barel pada pukul 22.03 GMT.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik USD3,06 atau 3,21 persen ke level USD98,48 per barel.

Pasar energi global masih memantau perkembangan konflik dan negosiasi antara AS dan Iran di tengah kekhawatiran gangguan distribusi minyak dunia melalui jalur pelayaran utama di Timur Tengah.

Selat Hormuz sendiri menjadi salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia karena dilalui sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk.

Futures Wall Street Melemah

Kontrak berjangka saham Amerika Serikat (stock futures) bergerak melemah pada Minggu malam waktu setempat setelah harga minyak melonjak menyusul penolakan Presiden Donald Trump terhadap proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang.

Futures yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average turun 143 poin atau sekitar 0,3 persen. Sementara itu, futures S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing juga terkoreksi 0,3 persen.

Pergerakan tersebut terjadi setelah Wall Street menutup pekan lalu dengan penguatan solid. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing melonjak lebih dari 2 persen dan 4 persen sepanjang pekan lalu.

Kedua indeks tersebut juga mencatat kenaikan selama enam pekan berturut-turut, yang menjadi rekor pertama sejak 2024.

Sementara itu, Dow Jones naik sekitar 0,2 persen selama sepekan dan membukukan lima pekan penguatan dalam enam pekan terakhir.

Pasar saham AS menguat pada penutupan perdagangan Jumat setelah laporan nonfarm payrolls menunjukkan penambahan 115 ribu lapangan kerja pada April. Angka tersebut melampaui ekspektasi ekonom yang disurvei Dow Jones yang memperkirakan kenaikan hanya 55 ribu pekerjaan.

S&P 500 dan Nasdaq juga menutup sesi perdagangan Jumat di level tertinggi sepanjang masa atau all-time high.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.