KABARBURSA.COM - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut semua pihak harus bekerja sama agar kontribusi sektor perdagangan berjangka komoditi (PBK) bagi perekonomian Indonesia makin optimal.
Salah satu manfaat dan peran dari PBK adalah mengoptimalkan tata niaga dan ekosistem perdagangan komoditas melalui mekanisme pembentukan harga acuan. Selain itu, PBK bermanfaat untuk lindung nilai yang memastikan harga terbaik bagi pelaku usaha.
"Kerja sama dan konsistensi seluruh pihak tetap dibutuhkan agar industri PBK kian bersinar. Berbagai manfaat industri PBK bagi penguatan perdagangan sektor komoditas di Indonesia harus dioptimalkan implementasinya," ujar Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro dalam keterangannya dikutip, Minggu, 4 Januari 2026.
Untuk itu, kata Roro, komoditas unggulan yang saat ini belum masuk di bursa berjangka harus mulai dipetakan untuk mendapat manfaat pembentukan harga dan harga acuan serta manfaat lindung nilai (hedging).
Pesatnya perkembangan perdagangan emas digital saat ini juga menunjukkan potensi yang besar bagi pertumbuhan ekonomi. Dalam perdagangan emas digital, Kemendag melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebagai regulator harus terus memastikan perlindungan masyarakat.
Pengaturan dan pengawasan Bappebti juga bertujuan memberi kepastian berusaha bagi pelaku usaha, meningkatkan investasi di dalam negeri,serta mencegah digunakannya transaksi PBK untuk kegiatan kejahatan pencucian uang dan pendanaan terorisme.
“Kendati demikian, lanskap perdagangan serta dinamika pengaturan yang terus berubah menjadi suatu tantangan. Bappebti harus terus beradaptasi dan memperbarui pengaturan dan mekanisme pengawasan yang ada sesuai dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan industri,” ungkap Roro.
Perdagangan Renewable Energy Certificate (REC) melalui mekanisme PBK juga merupakan bentuk inovasi dalam sektor perdagangan. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam perdagangan hijau dan ke depan perlu terus didorong penambahan instrumen-instrumen perdagangan hijau lainnya yang potensial.
Roro menyatakan, pembukaan perdagangan bursa berjangka komoditi Indonesia 2026 merupakan momentum yang baik dalam menyatukan tujuan dan persepsi untuk mengoptimalkan peran serta manfaat PBK bagi perekonomian nasional.
"Kita berharap, 2026 menjadi tahun yang baik bagi ekosistem PBK untuk dapat bertumbuh dan memberikan manfaat yang komprehensif,” ujar Roro.
Selama Januari--November 2025, tercatat nilai transaksi (notional value) PBK secara keseluruhan sebesar Rp42.867 triliun atau tumbuh sebesar 49,8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Volume transaksi PBK tercatat 14,56 juta lot atau tumbuh 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari keseluruhan nilai transaksi tersebut, kontrak berjangka berbasis komoditi berkontribusi 89,48 persen.
Selama periode Januari--15 Desember 2025, perdagangan fisik timah murni batangan ekspor mencatat nilaitransaksi sebesar Rp26,98 triliun dengan volume 9.830 lot.
Pasar fisik emas digital mencatat nilai transaksi Rp107,43 triliun dengan volume 55,58 juta gram. Berikutnya, perdagangan kontrak berjangka crude palm oil (CPO) mencatat nilai transaksi (notional value) sebesar Rp2,69 triliun dengan volume 30.341 lot.
Selanjutnya, kontrak syariah murabahah mencatat nilai transaksi Rp693,47 miliar dengan volume 415.986,7 blue barrel (BBL) atau setara 66,1 juta liter.
Kontrak berjangka Brent crude oil mencatat nilai transaksi (notional value) Rp3,14 miliar dengan volume 30 lot. Perdagangan kontrak REC pada periode Januari--15 Desember 2025 mencatat nilai transaksi Rp1,84 millot dengan volume 44.495 lot. (*)