Logo
>

MORA Cetak Laba Rp516 Miliar, Siap Tambah 5 Juta Homepass

MORA membukukan laba Rp516 miliar dan menargetkan penambahan 5 juta homepass pasca merger pada 2026.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
MORA Cetak Laba Rp516 Miliar, Siap Tambah 5 Juta Homepass
Jajaran Direksi PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) Direktur Jimmy Kadir, Direktur Gentha Andhika Putra, Direktur Utama Timotius M. Sulaiman, Direktur Yopie Widjaja, serta Direktur dan Sekretaris Perusahaan Resi Y. Bramani. Foto: Dok. MORA

KABARBURSA.COM – PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) membukukan pertumbuhan kinerja sepanjang 2025 seiring ekspansi jaringan fiber optik dan peningkatan jumlah pelanggan.

Perseroan juga memperkuat posisinya sebagai perusahaan infrastruktur digital terintegrasi melalui penggabungan usaha dengan PT Eka Mas Republik yang efektif pada April 2026.

Berdasarkan paparan publik tahunan yang digelar di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026, emiten berkode saham MORA tersebut mencatat pertumbuhan pada hampir seluruh lini bisnisnya.

Pertumbuhan itu ditopang oleh perluasan jaringan fiber optic, peningkatan basis pelanggan, serta penguatan kapasitas infrastruktur digital.

Sepanjang 2025, jumlah homepass perseroan meningkat sekitar 36 persen menjadi lebih dari 1 juta homepass dari sebelumnya 788 ribu homepass pada tahun 2024. Sejalan dengan itu, jumlah pelanggan ritel tumbuh sekitar 46 persen menjadi lebih dari 330 ribu pelanggan, sedangkan pelanggan segmen enterprise meningkat sekitar 44 persen menjadi lebih dari 17 ribu pelanggan.

Di sisi infrastruktur, panjang jaringan fiber optik perseroan mencapai sekitar 58 ribu kilometer hingga akhir 2025. Sementara kapasitas bandwidth meningkat sekitar 18 persen menjadi 38 Tbps.

Pertumbuhan operasional tersebut turut mendorong peningkatan kinerja keuangan perseroan. Pendapatan segmen ritel tumbuh sekitar 21 persen menjadi Rp1,3 triliun, sedangkan pendapatan segmen wholesale mencapai Rp876 miliar.

Adapun EBITDA perseroan meningkat 9,8 persen menjadi sekitar Rp2 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara laba bersih melesat 96,5 persen menjadi hampir Rp516 miliar pada 2025, dibandingkan Rp263 miliar pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer PT Ekamas Mora Republik Tbk, Timotius Max Sulaiman, mengatakan, pertumbuhan tersebut mencerminkan keberhasilan strategi perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

"Perseroan berhasil menjaga momentum pertumbuhan yang sehat sepanjang tahun 2025 melalui penguatan bisnis inti berupa perluasan jaringan fiber optic, percepatan ekspansi FTTH dan FTTX, serta penguatan kapasitas jaringan untuk menjawab lonjakan kebutuhan konektivitas ritel maupun enterprise," kata Timotius dalam keterangan tertulis yang diterima KabarBursa.com pada Rabu, 17 Juni 2026.

Menurut dia, kebutuhan konektivitas yang terus meningkat menjadi peluang jangka panjang yang akan terus dioptimalkan melalui investasi infrastruktur secara berkelanjutan.

Pada 22 April 2026, MORA menyelesaikan proses penggabungan usaha dengan PT Eka Mas Republik sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem infrastruktur digital nasional. Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan membentuk platform infrastruktur fiber optik terintegrasi berskala besar.

Manajemen menilai penggabungan usaha tersebut akan meningkatkan efisiensi operasional, memperluas cakupan layanan, memperkuat daya saing perusahaan, serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan pemegang saham.

Setelah merger efektif pada 30 April 2026, jumlah homepass gabungan perseroan melonjak menjadi lebih dari 12,7 juta homepass. Panjang jaringan backbone dan access fiber optic mencapai lebih dari 166 ribu kilometer.

Selain itu, jumlah pelanggan ritel gabungan telah melampaui 2,6 juta pelanggan, sedangkan pelanggan enterprise tercatat lebih dari 17 ribu pelanggan.

Perseroan juga mengembangkan layanan Fixed Wireless Access (FWA). Hingga akhir April 2026, MORA telah mengoperasikan lebih dari 200 site FWA yang tersebar di 90 kota dan kabupaten di Indonesia.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan pasca-merger, perseroan menargetkan penambahan 5 juta homepass pada tahun ini. MORA juga berencana memperluas jaringan FTTH ke 186 kota dan kabupaten serta membangun lebih dari 1.000 site FWA baru.

Sejalan dengan ekspansi tersebut, perseroan menargetkan penambahan sekitar 1,5 juta pelanggan sepanjang 2026.

Di sisi infrastruktur backbone dan last-mile access, perseroan turut melanjutkan pengembangan Proyek Rising 8 yang menghubungkan Jakarta, Batam hingga Singapura. Proyek tersebut menggunakan kabel fiber optik bawah laut sepanjang 1.128,5 kilometer dengan teknologi sistem repeater kabel bawah laut berkapasitas tinggi.

Melalui penguatan infrastruktur dan integrasi bisnis pasca-penggabungan, MoraRepublic optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem digital nasional sekaligus mendukung pemerataan akses internet di Indonesia.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".