KABARBURSA.COM - Harga emas mengalami kenaikan lebih dari 2 persen ke level tertinggi pada perdagangan Senin, 23 Februari 2026. Kenaikan ini didorong oleh gelombang baru permintaan aset aman di tengah ketidakpastian rencana tarif Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump setelah berjanji untuk menaikkan bea masuk menyusul putusan Mahkamah Agung yang menentang pungutan sebelumnya.
Mengutip Reuters, harga emas spot naik 2 peren menjadi USD5.206,39 per ons setelah mencapai level tertinggi sejak 30 Januari di awal sesi. Diketahui, logam mulia ini menyentuh rekor tertinggi $5.594,82 per ons pada 29 Januari. 2026.
Sementara itu, Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup sebesar 2,8 persen atau lebih tinggi pada USD5.225,60.
"Ada banyak masalah ekonomi dan politik di seluruh dunia, dan dengan pasar yang lebih tenang selama Tahun Baru Imlek, harapan kami adalah harga emas dapat naik tajam minggu ini begitu aktivitas kembali meningkat," kata Jeffrey Christian, mitra pengelola CPM Group.
Christian menegaskan dalam jangka panjang selama beberapa kuartal ke depan, pihaknya memandang harga emas akan terus naik dan mungkin mencetak rekor baru.
Trump kembali mengkritik putusan Mahkamah Agung yang menentang rencana tarifnya, setelah ia mengumumkan akan menaikkan tarif sementara untuk semua impor AS dari 10 persen menjadi 15 persen.
Adapun sebelum keputusan Trump tersebut, Mahkamah Agung AS pada pekan lalu membatalkan bagian-bagian penting dari rencana tarif Trump.
Sementara itu, Reuters melaporkan jika pasar menantikan sinyal dari sejumlah pembicara The Fed pekan ini yang dapat memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan, serta perkembangan terkini terkait AS dan Iran.
Emas, yang dipandang sebagai penyimpan nilai yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, juga cenderung berkinerja baik ketika suku bunga rendah.
Di sisi lain, harga perak spot menyentuh USD87,23 per ons atau naik 3,2 persen, level tertinggi dalam lebih dari dua minggu. Sedangkan platinum mengalami penurunan tipis 0,7 persen menjadi USD2.140,75 per ons, sementara paladium naik 0,1 persen menjadi USD1.750,53 per ons. (*)