Logo
>

Kurangi Ketergantungan Dolar, BI Perluas LCT Yuan

BI perdalam pasar valas rupiah–yuan, perkuat inflow SRBI, dan optimalkan KLM guna menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendorong kredit perbankan.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Kurangi Ketergantungan Dolar, BI Perluas LCT Yuan
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti. Foto: dok KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM — Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menegaskan komitmennya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendorong penyaluran kredit perbankan melalui berbagai instrumen kebijakan.

    Destry juga menyatakan komitmennya memperkuat pendalaman pasar valas dan optimalisasi insentif likuiditas makroprudensial (KLM).

    Dalam sesi tanya jawab hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), Destry menjelaskan bahwa BI saat ini tengah memperdalam pasar valuta asing rupiah terhadap yuan untuk mendukung transaksi perdagangan bilateral, khususnya dengan Tiongkok. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya penggunaan skema Local Currency Transaction (LCT).

    “Transaksi perdagangan dengan Tiongkok terus meningkat. Bahkan pada Desember saja sudah mencapai sekitar 2,7 miliar dolar AS. Karena itu kami terus memperkuat suplai CNY dan CNH di pasar valas domestik agar tidak seluruh transaksi bergantung pada dolar,” ujar Destry.

    Destry menyebut aliran modal asing yang masuk ke instrumen domestik turut membantu stabilitas rupiah. Hingga 18 Februari 2026, arus masuk dana asing ke instrumen moneter SRBI mencapai sekitar Rp31 triliun.

    Sementara investasi di surat berharga negara sekitar Rp530 miliar. Secara kumulatif, arus masuk portofolio tahun berjalan telah mencapai sekitar 1,6 miliar dolar AS.

    Menurutnya, peningkatan inflow tersebut menunjukkan instrumen pasar uang domestik semakin menarik bagi investor global, sekaligus memperkuat ketahanan nilai tukar.

    Di sektor perbankan, BI menilai transmisi kebijakan moneter ke suku bunga kredit mulai berjalan. Salah satu pendorongnya adalah optimalisasi kebijakan KLM yang kini difokuskan pada dua jalur utama, yakni lending channel dan interest channel.

    Total insentif KLM yang telah disalurkan mencapai Rp427,5 triliun. Dari jumlah itu, Rp357,9 triliun digunakan melalui lending channel untuk bank yang menyalurkan kredit ke sektor prioritas, sedangkan Rp69,6 triliun melalui interest channel bagi bank yang konsisten menurunkan suku bunga pinjaman.

    “Kalau kita lihat suku bunga kredit existing memang turun sekitar 40 basis poin. Tapi kredit baru penurunannya sudah sekitar 75 basis poin. Ini menunjukkan transmisi kebijakan suku bunga mulai berjalan,” jelasnya.

    Saat ini pemanfaatan KLM telah mencapai sekitar 4,83 persen dari dana pihak ketiga (DPK), mendekati batas maksimal insentif 5,5 persen. Artinya masih tersedia ruang sekitar 0,7 persen yang dapat dimanfaatkan bank untuk memperoleh insentif tambahan.

    BI menilai likuiditas sektor perbankan tetap kuat dengan potensi penyaluran kredit yang masih besar. Destry mencatat jumlah kredit yang belum tersalurkan (undisbursed loan) mencapai sekitar Rp2.500 triliun.

    Dana tersebut dinilai siap disalurkan ketika permintaan pembiayaan meningkat, terutama dari sektor prioritas seperti industri padat karya, hilirisasi, dan perumahan.

    Ia menambahkan, prospek ekonomi 2026 diperkirakan lebih baik dibanding tahun sebelumnya, didukung kenaikan harga komoditas mineral dan pertumbuhan penjualan perusahaan. Kondisi itu diyakini akan meningkatkan permintaan kredit dari dunia usaha.

    “Dari sisi suplai, likuiditas bank masih ample. Tinggal menunggu momentum permintaan kredit meningkat,” kata Destry.

    Dengan kombinasi penguatan stabilitas rupiah, arus modal masuk, dan insentif kredit, BI optimistis sistem keuangan tetap solid sekaligus mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.(*)(Nur Nadiyah)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Citra Dara Vresti Trisna

    Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.