KABARBURSA.COM – Harga minyak naik sekitar 2 persen pada Minggu, 26 April 2026 setelah rencana putaran kedua negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran kembali gagal terealisasi.
Korps Garda Revolusi Iran juga dilaporkan menaiki dua kapal kargo di dekat Selat Hormuz, di tengah ketegangan yang masih tinggi di jalur laut strategis tersebut.
Seperti dilansir CNBC, kontrak berjangka minyak Brent sebagai acuan internasional naik lebih dari 2 persen menjadi USD107,89 per barel. Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat juga melonjak lebih dari 2 persen ke level USD96,63.
Presiden Donald Trump pada Sabtu, 25 April 2026 membatalkan rencana pengiriman utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Islamabad, Pakistan untuk melakukan negosiasi dengan Iran.
“Terlalu banyak waktu terbuang untuk bepergian, terlalu banyak pekerjaan! Selain itu, terdapat konflik internal dan kebingungan besar dalam ‘kepemimpinan’ mereka,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social.
“Tidak ada yang tahu siapa yang memimpin, termasuk mereka sendiri,” kata Trump. “Kami memiliki semua kendali; mereka tidak punya apa-apa. Jika mereka ingin berbicara, yang perlu mereka lakukan hanyalah menelepon!!!”
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan perjalanan ke Islamabad pada akhir pekan, namun hanya bertemu dengan pejabat Pakistan sebelum kembali.
“Tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Iran dan Amerika Serikat,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam unggahan di media sosial pada Jumat malam.(*)