Logo
>

Punya Catatan Positif, Indonesia Perkuat Pasar Minyak Sawit di Paskitan

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro mengatakan selama lima tahun terakhir, ekspor minyak sawit Indonesia ke Pakistan tumbuh rata-rata delapan persen per tahun.

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Punya Catatan Positif, Indonesia Perkuat Pasar Minyak Sawit di Paskitan
Ilustrasi kebun sawit (Foto: Dok. KabarBursa)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Indonesia berkerja sama dengan Pakistan melalui minyak sawit. Hal tersebut dapat dilihat dari posisi Pakistan yang menempati peringkat ketiga terbesar, setelah China dan India, sebagai negara tujuan ekspor minyak sawit Indonesia.

    Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro mengatakan selama lima tahun terakhir, ekspor minyak sawit Indonesia ke Pakistan tumbuh rata-rata delapan persen per tahun.

    "Untuk itu, pemerintah terus menggenjot peningkatan kerja sama perdagangan kedua pihak agar manfaatnya makin dirasakan masyarakat luas di kedua negara,” jelas Roro dalam keterangannya, Senin, 12 Januari 2026 dalam kegiatan Indonesian Palm Oil Networking Reception.

    Dalam kegiatan tersebut, Indonesia memperkuat posisinya di pasar Pakistan melalui sektor minyak sawit dan kerja sama dagang jangka panjang dengan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Pembentukan Joint Trade Committee (JTC) Indonesia-Pakistan oleh Wamendag dan Menteri Perdagangan Pakistan.

    Pembentukan JTC menandai babak baru hubungan dagang Indonesia-Pakistan yang lebih terstruktur dan terarah, sekaligus menjadi forum reguler untuk membahas promosi perdagangan, fasilitasi pelaku usaha, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta
    penyelesaian isu teknis perdagangan secara cepat dan terarah.

    “Langkah ini juga merupakan tindak lanjut kunjungan Presiden RI ke Pakistan pada Desember 2025, yang menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (I-P PTA) menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada 2027,” terang Roro.

    Roro menyampaikan, kedua negara juga memiliki kerja sama dalam kerangka I-P PTA yang secara signifikan meningkatkan perdagangan bilateral, khususnya minyak sawit. Tren kenaikan ekspor Indonesia sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan ekspor minyak sawit.

    Ia mengatakan, selama beberapa dekade, minyak sawit telah menjadi landasan hubungan perdagangan kedua negara. Pakistan merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di sektor minyak nabati.

    "Para penyuling, pengolah, dan pelaku usaha Pakistan telah membangun hubungan jangka panjang dengan produsen Indonesia berdasarkan keandalan, efisiensi, dan kepercayaan,” ungkapnya.

    Menurut Roro, minyak sawit merupakan minyak nabati yang paling banyak dikonsumsi di Pakistan. Selama 15 tahun terakhir, impor minyak sawit secara konsisten mendominasi campuran minyak nabati Pakistan, melampaui kedelai, lobak, dan bunga matahari. Hal tersebut menunjukkan permintaan yang kuat dan berkelanjutan untuk minyak sawit di Pakistan.

    “Bagi Indonesia, Pakistan merupakan negara yang penting. Di saat ketidakpastian global, baik itu gangguan pengiriman, volatilitas harga komoditas, atau tantangan rantai pasokan, Indonesia terus menjadi pemasok minyak sawit yang stabil," kata Roro.

    Lebih jauh, ia menuturkan Indonesia konsisten memasok 85–89 persen dari total impor minyak sawit Pakistan. Hal ini menjadi bukti keandalan Indonesia dan bentuk kepercayaan importir Pakistan. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Hutama Prayoga

    Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

    Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.