KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membalikkan arah pada akhir pekan ini dengan bertengger di zona hijau. Berdasarkan data yang dihimpun Kabarbursa.com, indeks domestik ditutup menguat tipis 4,80 poin atau menguat 0,08 persen ke level 6.177,14 pada perdagangan hari Jumat, 19 Juni 2026.
Sentimen perbaikan harga saham-saham lapis kedua disinyalir membantu laju indeks tetap bertahan di zona aman meskipun pergerakan saham kapitalisasi jumbo cenderung tertahan.
Menurut data teknis, indeks saham gabungan pada pagi hari sempat dibuka pada level 6.161,46, dengan area fluktuasi harian menyentuh level tertinggi di angka 6,215,06 serta level terendah sempat mendarat di posisi 6.117,31 sebelum akhirnya berhasil ditarik menguat kembali menjelang penutupan pasar sore ini.
Sepanjang hari ini, total transaksi pasar secara keseluruhan membukukan nilai transaksi (total value) yang kokoh sebesar Rp24,62 triliun. Aktivitas perdagangan ini diikuti dengan volume saham yang berpindah tangan sebanyak 28,30 miliar unit lembar saham.
Tingginya nilai transaksi pada akhir pekan ini mengindikasikan adanya pergerakan modal yang dinamis dari para pelaku pasar ekuitas domestik.
Deretan Emiten Penggerak Pasar
Pendorong utama kokohnya indeks di zona hijau disokong oleh performa impresif dari jajaran saham yang masuk dalam kategori top gainers.
Mengacu pada data perdagangan, saham PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) memimpin jajaran penguatan dengan lonjakan tajam sebesar 34,29 persen ke harga Rp94 per lembar saham.
Penguatan yang tidak kalah signifikan juga ditunjukkan oleh saham sektor finansial, PT Bank JTrust Tbk (BCIC), yang melesat 25,00 persen menuju posisi Rp145 per lembar.
Performa positif ini diikuti oleh saham retail fesyen PT Mega Perintis Tbk (ZONE) yang turut meningkat 25,00 persen ke level Rp545, serta emiten tambang PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) yang terapresiasi 20,79 persen menjadi Rp2.150 per lembar saham.
Menutup kelompok lima besar saham tercuan harian, emiten infrastruktur telekomunikasi PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) ikut mencatatkan rapor hijau. Saham MORA melesat sebesar 20,00 persen menuju harga Rp7,800 per lembar.
Akumulasi kenaikan dari saham-saham ini berhasil memberikan bantalan yang kuat bagi laju indeks dari potensi koreksi yang lebih dalam akibat aksi ambil untung investor.
Tekanan Jual di Sektor Perbankan dan Properti
Di sisi lain, pergerakan indeks masih tertahan oleh beberapa emiten yang mengalami koreksi dalam dan menempati kelompok top losers.
Berdasarkan visualisasi data, saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) terkoreksi paling dalam dengan penurunan mencapai 14,97 persen ke posisi Rp16.325 per lembar saham pada sore hari ini.
Emiten perbankan swasta, PT Bank Permata Tbk (BNLI), juga ikut menjadi penahan laju indeks setelah mencatatkan penurunan sebesar 14,83 persen ke level Rp2.700.
Tekanan jual berlanjut pada saham sektor properti PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) yang melemah 11,31 persen ke harga Rp392, serta emiten sektor energi PT Super Energy Tbk (SURE) yang merosot 10,19 persen menjadi Rp2.820 per unit saham.
Terakhir, saham pengelola jaringan kuliner PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) harus rela mendarat di zona merah dengan koreksi sebesar 9,88 persen ke level Rp1.505.
Maraknya aksi lego pada sektor-sektor ini mencerminkan sikap sebagian pelaku pasar yang memilih mengamankan likuiditas tunai atau melakukan rotasi portofolio investasi menjelang penutupan pekan perdagangan bursa.(*)