KABARBURSA.COM – Pada perdagangan sesi kedua hari ini, saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) melonjak 20,18 persen ke level 274. Lonjakan tersebut mendekati batas auto rejection atas (ARA) di 284.
Sejak awal pembukaan perdagangan, harga bergerak dari 232 hingga menyentuh tertinggi 278, dengan nilai transaksi mencapai Rp49,2 miliar dan volume 36,29 juta lot. Pergerakan ini disertai lonjakan frekuensi transaksi menjadi 8.887 kali, yang mencerminkan peningkatan aktivitas pasar yang signifikan dibanding sesi-sesi sebelumnya.
Sementara, rata-rata harga tercatat di 262, berada di bawah harga penutupan, yang menunjukkan akselerasi beli terjadi pada paruh akhir perdagangan.
Dilihat dari struktur orderbook, ada ketimpangan yang begitu jelas di sisi penawaran. Total bid tercatat 5,39 juta lot, sementara total offer hanya 3,63 juta lot. Antrean beli terbesar terlihat pada level 268 dan 270.
Di sisi jual, lapisan penawaran relatif lebih tipis hingga mendekati 284. Nampak jelas tekanan beli lebih dominan pada akhir sesi.
Data broker flow 20 Februari menunjukkan dinamika yang terfokus. Menjelang penutupan, Semesta Indovest (MG) mencatat penjualan bersih Rp50,7 miliar. Sementara Mirae Asset (YP) mencatatkan pembelian Rp22,2 miliar dan Stockbit Sekuritas (XL) Rp21,2 miliar.
Di sisi berlawanan, UBS Sekuritas (AK) melepas Rp22,9 miliar dan Minna Padi (MU) sekitar Rp20,7 miliar. Pergerakan arus dana tersebut menunjukkan konsentrasi akumulasi pada sejumlah broker tertentu, bukan distribusi yang merata.
Grafik intraday memperlihatkan pergeseran arah arus dana. Pada awal sesi, beberapa broker berada di zona negatif sebelum berbalik menguat menjelang penutupan. Kenaikan harga yang terjadi bersamaan dengan peningkatan pembelian bersih oleh broker tertentu mencerminkan adanya penyerapan supply secara bertahap di sepanjang sesi.
Dengan harga yang bergerak dari 232 menuju 274 dalam satu hari perdagangan, struktur transaksi menunjukkan akselerasi pada paruh kedua sesi. Ketika akumulasi terkonsentrasi terjadi menjelang akhir perdagangan dan harga mendekati batas atas pergerakan harian, dinamika tersebut membentuk fase pergeseran kepemilikan yang terfokus.
Pergerakan BIPI pada sesi ini bukan hanya ditandai oleh lonjakan harga, tetapi juga oleh konsentrasi arus dana pada broker tertentu di akhir perdagangan. Kombinasi kenaikan tajam, peningkatan volume, serta perubahan arah money flow intraday membentuk struktur transaksi yang berbeda dibanding pergerakan harian biasa.(*)