KABARBURSA.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menghadirkan program BRI KPR Solusi dengan penawaran suku bunga mulai 2,5 persen.
BRI KPR Solusi menjadi langkah perusahaan untuk mendorong akses kepemilikan properti bagi masyarakat, khususnya aset lelang dan nonlelang.
Program yang berlaku hingga 30 Juni 2026 ini menyediakan pembiayaan untuk pembelian berbagai jenis properti, mulai dari rumah tinggal, apartemen, ruko sampai rumah kantor (rukan) yang berasal dari aset agunan lelang maupun nonlelang.
Dalam program tersebut, bank berkode saham BBRI ini menawarkan sejumlah pilihan skema pembiayaan dengan tenor fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.
Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto mengatakan, program ini menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas akses pembiayaan properti yang lebih terjangkau dan bernilai tambah.
“BRI terus menghadirkan solusi pembiayaan yang adaptif dan kompetitif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk dalam kepemilikan properti. Melalui BRI KPR Solusi, kami ingin memberikan kemudahan akses pembiayaan dengan proses yang terpercaya, pilihan tenor yang fleksibel, serta suku bunga menarik sehingga masyarakat dapat memiliki hunian maupun aset properti dengan lebih mudah,” ujarnya lewat keterangan resmi yang dikutip, Minggu 31 Mei 2026.
Lebih rincinya, BRI menawarkan bunga fixed dan floating mulai 2,50 persen selama satu tahun dengan tenor minimum tiga tahun bagi segmen Layanan Nasabah Prima (LNP), Payroll Perusahaan Kerja Sama BRI, dan BRI Group.
BRI juga menyediakan bunga fixed sebesar 3,45 persen selama tiga tahun untuk tenor minimal 10 tahun, serta bunga fixed 3,55 persen selama lima tahun dengan tenor minimal 15 tahun.
Setelah masa bunga fixed berakhir, kredit properti akan mengikuti suku bunga yang berlaku.
BRI juga menyediakan skema bunga berjenjang dengan tenor hingga 20 tahun. Sehingga nasabah bisa mengelola arus kas secara bijak dengan mengetahui kepastian cicilan pada periode awal kredit.
Adapun informasi aset lelang properti BRI, bisa diakses melalui situs infolelang.bri.co.id.
BRI menjanjikan, program KPR Solusi memiliki proses pengajuan kredit yang lebih sederhana dan terbuka bagi karyawan maupun nasabah umum.
Dari sisi biaya, nasabah dikenakan provisi mulai 0,5 persen dari plafon kredit dan biaya administrasi mulai Rp500 ribu atau setara 0,1 persen dari plafon pembiayaan. Sementara ketentuan uang muka mengikuti aturan pembiayaan yang berlaku.
Untuk pelunasan yang dipercepat, BRI menetapkan penalti sebesar 2,5 persen untuk pelunasan sebagian dan 5 persen untuk pelunasan penuh sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Aris menambahkan, BRI KPR Solusi dapat menjadi opsi pembiayaan di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian dan aset properti.
“BRI optimistis program BRI KPR Solusi dapat menjadi alternatif pembiayaan properti yang menarik bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan sektor properti nasional. Melalui program ini, BRI terus berupaya menghadirkan layanan finansial yang inklusif dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mewujudkan kepemilikan properti impian,” pungkas Aris. (Info-bks/*)