Logo
>

IHSG Diproyeksi Masih Rawan Terkoreksi, Ada Peluang Rebound ke Level 6.782

IHSG diperkirakan masih melanjutkan koreksi sebelum berpeluang rebound ke kisaran 6.548-6.782, menurut analisis terbaru MNC Sekuritas.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
IHSG Diproyeksi Masih Rawan Terkoreksi, Ada Peluang Rebound ke Level 6.782
MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG masih rawan terkoreksi ke area 5.723-5.847 sebelum berpeluang menguat hingga level 6.782. Foto: Dok. KabarBursa.

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek setelah ditutup melemah 3,56 persen ke level 5.883 pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2026. Meski demikian, peluang pemulihan masih terbuka apabila fase koreksi telah selesai.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan pelemahan IHSG telah mencapai target koreksi yang sebelumnya diproyeksikan. Secara teknikal, pergerakan indeks kini berada di bawah rata-rata pergerakan 20 hari atau MA20 dan masih berada dalam fase koreksi.

“IHSG masih melanjutkan koreksinya sebesar 3,56 persen ke 5.883 disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun sudah berada di bawah MA20 dan telah mencapai target koreksi yang kami sampaikan,” ujar Herditya dalam riset hariannya, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut dia, posisi IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (b) dalam wave [iv]. Dengan struktur tersebut, indeks dinilai masih berpotensi melanjutkan pelemahannya sebelum kembali mencoba bangkit.

“Kami perkirakan, IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5.723 hingga 5.847. Selanjutnya masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6.548 hingga 6.782,” katanya.

MNC Sekuritas memproyeksikan level support IHSG berada di area 5.784 dan 5.594. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada di kisaran 6.286 hingga 6.459.

Di tengah tekanan yang masih membayangi pasar, MNC Sekuritas menilai sejumlah saham mulai menarik untuk dicermati apabila pelemahan berlanjut.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dinilai menarik setelah terkoreksi 1,08 persen ke level 3.650. Menurut MNC Sekuritas, pergerakan saham tersebut saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave (B) dari wave [A].

Selain itu, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga masuk dalam daftar pantauan setelah turun 7,46 persen ke level 4.590. Pelemahan tersebut disertai tekanan jual dan membuat harga bergerak di bawah MA20.

Adapun saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turut menjadi perhatian setelah melemah 8,04 persen ke level 492. Berdasarkan analisis teknikal MNC Sekuritas, posisi MBMA diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave 2 dari wave (1) dari wave [C].

Sementara itu, MNC Sekuritas menilai pergerakan saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) masih berpotensi mengalami tekanan lanjutan. Setelah terkoreksi 8,26 persen ke level 100 dan menembus MA20 serta MA200, saham tersebut diperkirakan masih berada pada awal wave 5 dari wave (C) sehingga berisiko melanjutkan pelemahannya.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).