Logo
>

IHSG Dibuka Menguat ke 5.911, Asing Masih Catat Net Sell Rp1,17 Triliun

IHSG menguat ke level 5.911 pada awal perdagangan, namun investor asing masih mencatatkan jual bersih Rp1,17 triliun pasca keputusan MSCI.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Dibuka Menguat ke 5.911, Asing Masih Catat Net Sell Rp1,17 Triliun
IHSG dibuka naik ke level 5.911, tetapi asing masih mencatat net sell Rp1,17 triliun setelah MSCI mempertahankan status pasar berkembang Indonesia. Foto: Desty/KabarBursa.

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis, 25 Juni 2026, sehari setelah pengumuman MSCI Market Classification Review 2026 yang mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang (emerging market).

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 09.02 WIB, IHSG berada di level 5.911,91 atau naik 28,03 poin setara 0,48 persen dibanding penutupan sebelumnya. Penguatan tersebut terjadi setelah indeks sempat bergerak di kisaran terendah 5.864,00 dan menyentuh level tertinggi 5.916,52.

Meski indeks bergerak di zona hijau pada awal perdagangan, investor asing masih melanjutkan aksi jual. Data menunjukkan nilai beli asing mencapai Rp4,46 triliun, sementara nilai jual asing sebesar Rp5,63 triliun. Dengan demikian, pasar mencatat net foreign sell atau jual bersih asing sebesar Rp1,17 triliun di seluruh pasar.

Aktivitas perdagangan pagi ini mencatat volume transaksi mencapai 11,07 miliar saham dengan nilai transaksi Rp764,56 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 85.060 kali.

Secara sektoral, hampir seluruh sektor bergerak positif dan menjadi penopang utama penguatan IHSG. Sektor transportasi memimpin kenaikan dengan penguatan 1,95 persen. Penguatan sektor ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap emiten transportasi dan logistik di tengah optimisme pemulihan aktivitas ekonomi.

Sektor energi menyusul dengan kenaikan 0,78 persen, didorong oleh pergerakan saham-saham batu bara dan energi yang masih mendapat perhatian pelaku pasar. Sementara itu sektor keuangan naik 0,53 persen, sektor industri menguat 0,50 persen, sektor barang konsumsi siklikal atau cyclical bertambah 0,45 persen, sektor properti naik 0,39 persen, dan sektor teknologi menguat 0,39 persen.

Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang bergerak negatif dengan pelemahan 0,27 persen pada awal perdagangan.

Pada jajaran top gainers, saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) memimpin penguatan dengan kenaikan 23,55 persen ke level Rp2.990 per saham. Emiten yang bergerak di bidang distribusi dan perdagangan peralatan elektronik serta produk rumah tangga tersebut menjadi saham dengan kenaikan terbesar pagi ini.

Posisi berikutnya ditempati PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS), emiten sektor properti dan real estat, yang menguat 16,98 persen ke level Rp62 per saham.

Saham PT Citatah Tbk (CTTH), perusahaan yang bergerak di industri marmer dan bahan bangunan, naik 13,45 persen ke level Rp135 per saham. Sementara itu PT Link Net Tbk (LINK), emiten infrastruktur telekomunikasi dan penyedia layanan internet tetap, menguat 10,84 persen menjadi Rp1.840 per saham.

Kenaikan juga terjadi pada saham PT Primadaya Plastisindo Tbk (PDPP), perusahaan manufaktur kemasan plastik, yang bertambah 10,77 persen ke level Rp288 per saham.

Di sisi pelemahan, saham PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), emiten batu bara sektor energi, menjadi top loser setelah turun 11,56 persen ke level Rp3.980 per saham.

Selanjutnya saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), perusahaan yang bergerak di bidang restoran dan hiburan, melemah 10 persen ke posisi Rp990 per saham. Saham PT Pratama Widya Tbk (PTPW), emiten jasa konstruksi dan infrastruktur, turun 9,93 persen menjadi Rp1.360 per saham.

Sementara itu saham PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang kawasan industri dan properti, terkoreksi 8,61 persen ke level Rp138 per saham. Adapun saham PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL), perusahaan produsen kemasan berbasis karton dan kertas, melemah 6,94 persen menjadi Rp134 per saham.

Pergerakan IHSG hari ini menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi sehari setelah MSCI memutuskan mempertahankan Indonesia dalam kelompok pasar berkembang. Keputusan tersebut sempat dipandang positif bagi stabilitas pasar modal domestik, meskipun aliran dana asing masih menunjukkan kecenderungan keluar dari pasar saham Indonesia.

Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas dalam riset hariannya memperkirakan IHSG masih berada dalam fase koreksi dan menjadi bagian dari gelombang (b) pada gelombang [iv]. MNC Sekuritas menilai indeks masih berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menguji area 5.723 hingga 5.847. 

Namun apabila mampu bertahan dan berbalik menguat, IHSG berpeluang bergerak menuju kisaran 6.548 hingga 6.782. Adapun level support berada di 5.784 dan 5.594, sedangkan resistance terdekat berada pada 6.286 dan 6.459.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".