Logo
>

AMRT Umumkan Penerbitan Saham Baru, Asing Kabur Rp52 Miliar

Aksi korporasi di Singapura memicu kepanikan jangka pendek, tetapi struktur teknikal dan valuasi justru mulai memperlihatkan peluang menarik bagi investor yang mampu membaca di balik volatilitas.

Ditulis oleh Yunila Wati
AMRT Umumkan Penerbitan Saham Baru, Asing Kabur Rp52 Miliar
AMRT melaporkan penerbitan sekitar 49,8 juta saham baru oleh Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. di Singapura. (Foto: dok AMRT)

KABARBURSA.COM – Melalui keterangan resmi yang disampaikan pada 17 Juni 2026, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengumumkan penerbitan saham baru oleh anak usahanya di Singapura. Sayangnya, kabar tersebut ditanggapi berbeda oleh pasar. Bahkan, asing memilih keluar dengan membawa dana sebesar Rp52 miliar.

Pada perdagangan 17 Juni 2026, AMRT sebenarnya masih ditutup menguat sebesar 2,89 persen di level 1.425 dengan nilai transaksi mencapai Rp185,02 miliar. Namun disaat yang bersamaan, investor asing justru melakukan penjualan bersih sebesar Rp35,02 miliar.

Sehari kemudian tekanan semakin besar. Harga turun 2,46 persen ke level 1.390 dengan transaksi Rp88,17 miliar. Asing bahkan kembali mencatatkan net sell Rp17,50 miliar. Dalam dua hari, total dana asing yang keluar mencapai sekitar Rp52,52 miliar.

49,8 Juta Saham Baru Alfamart Singapura

Dua hari lalu, AMRT melaporkan penerbitan sekitar 49,8 juta saham baru oleh Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. di Singapura yang seluruhnya diambil oleh Glory Worldwide Investments, senilai sekitar USD40,6 juta. 

Setelah transaksi itu, kepemilikan efektif AMRT pada entitas tersebut memang turun dari 100 persen menjadi 49 persen. Pasar langsung bereaksi negatif.

Padahal, dana yang masuk tidak keluar dari ekosistem bisnis Alfamart. Dana tersebut digunakan untuk mengakuisisi 10 persen Alfamart Trading Philippines Inc. dan 70 persen Alfamart Trading Bangladesh Ltd. dari Glory Worldwide Investments, sehingga berbagai aset internasional berada di bawah satu holding yang lebih terintegrasi.

Artinya, ini lebih menyerupai restrukturisasi bisnis regional dibandingkan aksi yang mengurangi nilai ekonomi perusahaan.

Namun, reaksi pasar berbeda. Dari pergerakan harga intraday terlihat, pada 18 Juni 2026, saham dibuka di level 1.425. Sempat menyentuh tertinggi 1.430, lalu turun hingga 1.385 sebelum akhirnya ditutup di 1.390. 

Rentang pergerakan yang relatif sempit ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara investor yang panik menjual dan investor yang mulai melakukan akumulasi.

Analisis Teknikal AMRT: Momentum Masih Positif

Jika dilihat dari teknikal hariannya, saat ini RSI berada di level 51,22, posisi yang sangat netral dan jauh dari area jenuh jual maupun jenuh beli. Stochastic memberikan sinyal beli, sementara CCI juga masih menunjukkan momentum positif.

Moving average jangka pendek bahkan masih cukup mendukung. Harga berada di atas MA5 sebesar 1.382, MA10 di 1.342 dan MA20 di 1.346. Ini berarti tren jangka pendek sebenarnya belum berubah menjadi bearish.

Yang menjadi tantangan hanyalah posisi harga yang masih berada di bawah MA50 di area 1.414 serta MA100 dan MA200 yang berada jauh lebih tinggi. Dengan kata lain, AMRT masih berada dalam fase pemulihan setelah tren turun yang cukup panjang.

Pivot point klasik berada di level 1.412. Selama harga masih bergerak di bawah area tersebut, tekanan jual memang masih dapat muncul sewaktu-waktu. Namun, apabila mampu kembali menembus 1.412 hingga 1.430, peluang menuju resistance berikutnya di kisaran 1.469 menjadi semakin terbuka.

Sebaliknya, apabila tekanan jual berlanjut, support pertama berada di area 1.369. Jika level ini bertahan, maka penurunan justru berpotensi menjadi fase konsolidasi sehat sebelum mencoba rebound berikutnya. Support kuat berikutnya berada di kisaran 1.312 hingga 1.269.

Yang juga perlu diperhatikan adalah karakter transaksi asing.

Meski asing mencatatkan net sell Rp52 miliar dalam dua hari, nilai transaksi tersebut sebenarnya relatif kecil dibandingkan kapitalisasi pasar AMRT yang mencapai puluhan triliun rupiah. Bahkan pada 17 Juni, asing masih melakukan pembelian sebesar Rp131,12 miliar dan penjualan Rp166,14 miliar. 

Artinya aktivitas perdagangan masih berlangsung aktif, bukan aksi keluar secara ekstrem.

Selain itu, volume perdagangan pada 18 Juni turun menjadi 629 ribu lot dari sebelumnya 1,31 juta lot. Penurunan volume ini menunjukkan tekanan jual mulai melemah, karena semakin sedikit pelaku pasar yang bersedia melepas sahamnya pada harga rendah.

Skenario Perdagangan AMRT Hari ini

Inilah yang membuat pergerakan AMRT hari ini menjadi menarik untuk diamati.

Skenario pertama adalah technical rebound. Jika sentimen pasar mulai menyadari bahwa aksi korporasi ini lebih bersifat penataan struktur bisnis dibandingkan pelemahan fundamental, AMRT berpeluang kembali menguji area 1.410 hingga 1.430. 

Apabila mampu ditutup di atas level tersebut dengan volume yang meningkat, peluang menuju 1.450 hingga 1.470 semakin besar.

Skenario kedua adalah konsolidasi. Harga kemungkinan bergerak di rentang 1.370-1.420 sambil menunggu pelaku pasar mencerna dampak transaksi tersebut secara lebih rasional. Ini justru menjadi fase yang sehat karena memberi ruang bagi investor jangka menengah untuk melakukan akumulasi bertahap.

Skenario yang lebih negatif baru akan muncul apabila harga menembus 1.369 disertai lonjakan volume dan asing kembali melakukan penjualan besar. Dalam kondisi tersebut, area 1.312 menjadi target koreksi berikutnya.(*)

SEO Description

 

SEO Keywords

 

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79