Logo
>

Meredanya Konflik AS-Iran dan Sikap Hawkish The Fed Tekan Emas

Ekspektasi kebijakan tersebut telah mendorong dolar AS menguat hingga mencapai level tertinggi tahun ini

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Meredanya Konflik AS-Iran dan Sikap Hawkish The Fed Tekan Emas
Ilustrasi emas perhiasan. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Harga emas kembali melemah setelah Federal Reserve memberikan sinyal kebijakan yang lebih hawkish dan mendorong penguatan dolar AS. Meski meredanya ketegangan Amerika Serikat-Iran membantu membatasi tekanan lebih dalam pada pasar logam mulia.

Harga emas spot turun 0,8 persen menjadi USD4.225,39 per ons pada pukul 24.30 WIB, berdasarkan laporan Reuters dari Bengaluru, Kamis 18 Juni atau Jumat 19 Juni dini hari WIB. Sebelumnya, emas sempat menyentuh level terendah sejak November 2025 pada pekan lalu.

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus ditutup merosot 3,1 persen ke level USD4.245,90 per ons.

Vice President Zaner Metals, Peter Grant, menilai tekanan terbesar terhadap harga emas saat ini berasal dari perubahan sikap Federal Reserve yang semakin hawkish. Menurutnya, ekspektasi kebijakan tersebut telah mendorong dolar AS menguat hingga mencapai level tertinggi tahun ini, sehingga menambah beban bagi harga emas.

Pada Rabu, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya. Namun, sembilan dari 19 pejabat bank sentral AS masih memproyeksikan satu kali kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun.

Setelah pengumuman kebijakan tersebut, Indeks Dolar AS (DXY) menguat tajam dan pada Kamis mencapai posisi tertinggi dalam satu tahun terakhir. Penguatan mata uang AS membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar.

Data FedWatch Tool milik CME Group menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada Desember kini diperkirakan mencapai 85 persen, meningkat dari 61 persen sebelum keputusan kebijakan The Fed diumumkan.

Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas biasanya kurang diminati ketika suku bunga tinggi karena investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan tingkat pengembalian lebih besar.

Harga emas juga masih terpengaruh perkembangan konflik di Timur Tengah. Sebelumnya, lonjakan harga energi sempat memicu kekhawatiran inflasi global dan meningkatkan volatilitas di pasar komoditas.

Pada Rabu, Amerika Serikat dan Iran merilis teks perjanjian sementara yang telah ditandatangani kedua kepala negara untuk mengakhiri perang. Meski demikian, Presiden AS Donald Trump tetap memperingatkan kemungkinan tindakan militer lanjutan, termasuk ancaman terhadap pejabat Iran jika Teheran dinilai melanggar kesepakatan.

Meredanya ketegangan geopolitik turut menekan pasar energi. Harga minyak mentah Brent turun ke level terendah sejak 2 Maret, yakni hari perdagangan pertama setelah serangan awal AS dan Israel terhadap Iran. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh ke posisi terendah sejak 4 Maret.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 3 persen menjadi USD65,96 per ons. Harga platinum melemah 1,9 persen ke USD1.703,94 per ons, sedangkan paladium terkoreksi 2,2 persen menjadi USD1.285,96 per ons.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.