KABARBURSA.COM - Pasar modal Indonesia kembali memasuki salah satu agenda penting. Pada Rabu, 10 Juni 2026, sedikitnya enam emiten dari berbagai sektor akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mulai dari perusahaan pertambangan, ritel, bahan bangunan, perkebunan hingga energi.
Dari seluruh agenda tersebut, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi emiten yang paling menarik perhatian. Bukan hanya karena statusnya sebagai anggota holding pertambangan MIND ID dan konstituen utama indeks LQ45, tetapi juga karena banyaknya agenda strategis yang akan dibahas dalam rapat tersebut.
ANTM: Menunggu Agenda Penggunaan Laba Bersih
ANTM akan meminta persetujuan pemegang saham atas Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun Buku 2025, termasuk pengesahan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris serta laporan keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK).
Bersamaan dengan itu, perseroan juga meminta pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas pengelolaan perusahaan selama tahun buku 2025.
Namun perhatian investor kemungkinan akan tertuju pada agenda penggunaan laba bersih tahun buku 2025 yang berpotensi menentukan besaran dividen yang akan diterima pemegang saham.
Selain itu, ANTM juga akan membahas penetapan gaji, honorarium, fasilitas dan tunjangan tahun buku 2026 serta remunerasi atas kinerja tahun buku 2025 bagi pengurus perseroan.
Agenda strategis lainnya adalah penetapan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian serta laporan keuangan Program PUMK tahun buku 2026.
Yang tidak kalah penting, ANTM juga akan meminta persetujuan pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026-2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027 beserta perubahannya kepada pihak yang ditunjuk RUPS.
Rapat juga akan menerima laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum, membahas persetujuan penugasan khusus kepada perseroan, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan pengurus yang berpotensi menjadi salah satu agenda paling diperhatikan pelaku pasar.
Laporan Tahunan ACES dan Penggunaan Laba Bersih IMPC
Selain ANTM, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) juga akan menggelar RUPS Tahunan dengan agenda yang relatif rutin. Perseroan akan meminta persetujuan atas Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun Buku 2025, menetapkan penggunaan laba bersih, menunjuk Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik untuk tahun buku 2026, serta menetapkan remunerasi anggota Direksi dan Dewan Komisaris.
PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) justru membawa agenda yang lebih beragam. Selain membahas laporan tahunan, penggunaan laba bersih, penunjukan auditor, dan remunerasi pengurus, perseroan akan mengajukan perubahan susunan Direksi.
Pada RUPS Luar Biasa, IMPC juga akan meminta persetujuan pemegang saham untuk menjaminkan aset perseroan yang jumlahnya melebihi 50 persen dari kekayaan bersih sehubungan dengan kebutuhan pendanaan bagi perseroan maupun anak perusahaan.
Tidak hanya itu, IMPC juga akan membahas perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha perseroan sebagai penyesuaian terhadap Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Tahun 2025.
Empat Agenda GZCO dan Perubahan Susunan Direksi TGUK
PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) akan menggelar RUPS Tahunan dengan empat agenda utama, yaitu persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan, penggunaan laba bersih, penunjukan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik, serta penetapan gaji, honorarium, dan tunjangan Direksi maupun Dewan Komisaris untuk tahun buku 2026.
Sementara itu, PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) juga akan menggelar dua rapat sekaligus. Pada RUPS Tahunan, perseroan akan membahas laporan tahunan, penggunaan laba bersih, penunjukan auditor, serta penetapan honorarium Direksi dan Dewan Komisaris.
Adapun pada RUPS Luar Biasa, agenda yang akan dibahas adalah perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris yang berpotensi membawa arah baru bagi strategi bisnis perseroan.
BYAN: Paket Numerasi Dewan
Dari sektor batu bara, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) juga akan menggelar RUPS Tahunan dengan sejumlah agenda penting. Selain persetujuan laporan tahunan dan penggunaan laba bersih, BYAN akan membahas penetapan paket remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi tahun 2026.
Juga, penunjukan auditor, pengangkatan kembali atau perubahan susunan Direksi, serta penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar dalam rangka penyelarasan dengan KBLI Tahun 2025.
Melihat keseluruhan agenda tersebut, isu yang paling banyak muncul adalah penggunaan laba bersih yang berpotensi menentukan kebijakan dividen, perubahan susunan Direksi dan Komisaris, penyesuaian Anggaran Dasar sesuai KBLI 2025, serta penguatan tata kelola perusahaan melalui penunjukan auditor dan penetapan remunerasi pengurus.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.