Logo
>

ARCI Bidik Produksi Emas Naik 15 Persen pada 2026

Harga emas global yang masih tinggi mendorong ARCI mempercepat ekspansi tambang dan peningkatan kapasitas pabrik pengolahan.

Ditulis oleh Syahrianto
ARCI Bidik Produksi Emas Naik 15 Persen pada 2026
ARCI menyiapkan ekspansi tambang dan peningkatan kapasitas pabrik untuk menopang pertumbuhan produksi emas mulai 2026. (Foto: Dok. Archi Indonesia)

KABARBURSA.COM – PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menegaskan strategi bisnis perusahaan tetap berfokus pada produksi emas jangka panjang dan kesinambungan tambang. 

Perusahaan menyebut pola produksi yang terlihat lebih konservatif pada akhir 2025 hingga awal 2026 merupakan bagian dari strategi penambangan berkelanjutan.

Direktur Utama ARCI Rudy Suhendra mengatakan perusahaan tidak sengaja menahan produksi untuk memanfaatkan kenaikan harga emas global.

“PT Archi Indonesia adalah perusahaan tambang, bukan trader,” ujar Rudy dalam Paparan Publik Tahun Buku 2025, dikutip Rabu, 13 Mei 2026.

Menurut dia, fokus utama perusahaan adalah menjalankan produksi dan penjualan sesuai rencana operasional yang telah disusun. Manajemen juga menyesuaikan sequence mining dengan kebutuhan produksi jangka pendek dan jangka panjang.

Rudy mengatakan kondisi produksi kuartal IV 2025 dan kuartal I 2026 bukan disebabkan hambatan operasional. Pola tersebut merupakan bagian dari tahapan penambangan yang telah dirancang sebelumnya.

“Kami percaya bahwa dengan kondisi market saat ini harga emas ke depan akan stabil dan ada potensi mengalami kenaikan,” kata Rudy.

Meski demikian, manajemen menyebut arus kas tetap menjadi pertimbangan utama perusahaan dalam menjaga keberlanjutan proyek dan ekspansi tambang.

Di sisi lain, ARCI menargetkan produksi 2026 meningkat 15 persen dibanding 2025. Perusahaan juga tengah menjalankan proyek peningkatan kapasitas pabrik pengolahan dari 4 Mtpa menjadi 6 Mtpa.

Selain ekspansi fasilitas pengolahan, ARCI juga mulai membuka tambang bawah tanah baru di kawasan Marawuwung untuk menopang pertumbuhan produksi jangka panjang.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.