Logo
>

Bitcoin Dibuka Menguat Tipis, Waspadai Profit Taking

Bitcoin naik tipis pada perdagangan pagi dan kembali bertahan di atas USD60.000. Namun indikator teknikal mingguan masih menunjukkan sinyal "Sangat Jual" dengan seluruh moving average merekomendasikan jual.

Ditulis oleh Yunila Wati
Bitcoin Dibuka Menguat Tipis, Waspadai Profit Taking
Bitcoin tercatat menguat sekitar 0,8 persen ke level USD60.061. Di pasar domestik, harga Bitcoin juga naik sekitar 0,4 persen menjadi Rp1,085 miliar per koin. (Foto: dok CMP)

KABARBURSA.COM - Bitcoin memulai perdagangan Sabtu, 27 Juni 2026, dengan penguatan. Setelah beberapa hari berada di bawah tekanan, aset kripto terbesar di dunia itu berhasil mencatat kenaikan tipis dan kembali diperdagangkan di atas level psikologis USD60.000. 

Namun, sinyal teknikal menunjukkan tekanan jual tinggi sehingga peluang terjadinya volatilitas tetap perlu diwaspadai.

Pada perdagangan pagi, Bitcoin tercatat menguat sekitar 0,8 persen ke level USD60.061. Di pasar domestik, harga Bitcoin juga naik sekitar 0,4 persen menjadi Rp1,085 miliar per koin. Minat beli jangka pendek masih ada setelah harga sempat bergerak mendekati area terendah dalam beberapa pekan terakhir.

Meski demikian, kenaikan tersebut belum cukup untuk mengubah pandangan teknikal yang masih cenderung negatif. Mayoritas indikator masih memperlihatkan dominasi aksi jual, terutama pada grafik mingguan yang selama ini menjadi acuan investor dalam membaca arah tren yang lebih besar.

Ringkasan indikator teknikal menunjukkan status "Sangat Jual". Dari sepuluh indikator osilator yang diamati, hanya dua yang memberikan sinyal beli, sementara sebagian besar masih berada pada area jual. 

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meski mulai muncul aksi akumulasi, tekanan dari pelaku pasar yang memilih merealisasikan keuntungan atau mengurangi eksposur masih jauh lebih kuat.

Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di kisaran 32,9. Posisi ini memang sudah mendekati area jenuh jual atau oversold, tetapi belum cukup rendah untuk mengonfirmasi pembalikan tren secara meyakinkan. 

Dengan kata lain, ruang bagi harga untuk bergerak naik memang mulai terbuka, tetapi belum didukung oleh momentum yang kuat.

Sinyal yang lebih optimistis hanya terlihat pada indikator Stochastic yang memberikan rekomendasi beli. Selain itu, indikator Williams %R juga mulai menunjukkan adanya peluang rebound jangka pendek setelah harga turun cukup dalam dalam beberapa sesi sebelumnya. 

Namun kedua indikator tersebut masih kalah kuat dibandingkan sederet indikator lain yang tetap memberikan rekomendasi jual.

MACD misalnya masih berada di wilayah negatif dan belum memperlihatkan tanda persilangan ke arah bullish. ADX juga menunjukkan bahwa tren turun yang berlangsung sebelumnya masih memiliki kekuatan yang cukup besar. 

Sementara itu, Commodity Channel Index (CCI) masih bertahan di area negatif sehingga mengindikasikan tekanan jual belum benar-benar mereda.

Gambaran yang lebih jelas terlihat pada indikator moving average. Seluruh rata-rata pergerakan, baik sederhana maupun eksponensial, mulai dari MA5 hingga MA200, kompak memberikan sinyal jual. 

Kondisi seperti ini umumnya menunjukkan bahwa tren turun masih menjadi arah dominan dan setiap kenaikan harga berpotensi dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan aksi ambil untung.

Harga Bitcoin saat ini juga masih diperdagangkan di bawah sebagian besar rata-rata pergerakan utama. Artinya, secara teknikal aset kripto ini belum berhasil keluar dari fase bearish yang terbentuk dalam beberapa pekan terakhir.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah level penting yang perlu diperhatikan investor. Berdasarkan indikator pivot point klasik, area USD64.617 menjadi titik keseimbangan utama yang akan menentukan arah pergerakan berikutnya.

Selama harga masih berada di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan tetap lebih dominan. Sebaliknya, apabila Bitcoin mampu menembus area tersebut secara konsisten, peluang untuk menguji level resistance berikutnya di kisaran USD66.965 hingga USD69.624 akan mulai terbuka.

Di sisi bawah, area support pertama berada di sekitar USD61.959. Jika tekanan jual kembali meningkat hingga menembus level tersebut, harga berpotensi bergerak menuju support berikutnya di kisaran USD59.611, bahkan membuka peluang menguji area USD56.952 apabila sentimen pasar kembali memburuk.

Secara psikologis, keberhasilan Bitcoin bertahan di atas USD60.000 tetap menjadi perkembangan yang cukup penting. Level tersebut selama ini menjadi salah satu batas psikologis yang banyak diperhatikan pelaku pasar. 

Bertahannya harga di atas level itu dapat menjaga optimisme jangka pendek sekaligus mengurangi kekhawatiran terjadinya penurunan yang lebih dalam.

Namun, investor tampaknya masih memilih bersikap hati-hati. Selain dipengaruhi faktor teknikal, pergerakan Bitcoin juga masih sangat sensitif terhadap perkembangan ekonomi global, arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, serta perubahan sentimen terhadap aset berisiko.

Beberapa hari terakhir, pasar keuangan global juga diwarnai pelemahan saham-saham teknologi dan sektor kecerdasan buatan (AI). Kondisi tersebut ikut mempengaruhi minat investor terhadap aset spekulatif, termasuk mata uang kripto. Ketika selera risiko menurun, arus dana biasanya berpindah ke instrumen yang dianggap lebih aman sehingga membatasi ruang penguatan Bitcoin.(*)

SEO Description (maksimal 160 karakter)

 

SEO Keywords

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79