KABARBURSA.COM - Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menunjukkan pergerakan impresif pasca libur panjang Lebaran atau periode 25–27 Maret 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, investor asing melalui beberapa broker tercatat aktif melakukan pembelian dengan nilai signifikan.
Broker AK memimpin akumulasibdengan nilai pembelian mencapai Rp89,8 miliar atau setara 293,8 ribu lot di harga rata-rata Rp3.071. Di posisi kedua terdapat broker ZP yang membukukan pembelian Rp72,7 miliar (235,4 ribu lot) pada harga rata-rata Rp3.088.
Selain itu, dua broker lainnya yakni BK dan CC juga tercatat agresif mengoleksi saham ini masing-masing sebesar Rp25,8 miliar dan Rp19,2 miliar.
Namun di satu sisi, tekanan jual terhadap saham PTBA masih terlihat meski tidak sebesar akumulasi. Broker AI dan AG rercatat sebagai penjual terbesar dengan nilai masing-masing Rp3,1 miliar dan Rp2,5 miliar, diikuti TP senilai Rp491 juta.
Dari kinerja harga, saham PTBA telah mencatatkan kenaikan signifikan dalam berbagai rentang waktu. Secara year to date, saham ini telah menguat 34,20 persen, sementara dalam tiga bulan naik 25,96 persen.
Bahkan dalam satu bulan terakhir, PTBA melonjak 19,23 persen. Namun pada perdagangan terakhir atau Jumat, 27 Maret 2026, saham PTBA ditutup menurun 0,96 persen ke level Rp3.100.
Meski tren harga masih positif, valuasi PTBA kini mulai menjadi perhatian. Berdasarkan konsensus 27 analis di Stockbit, sebanyak 8 analis merekomendasikan jual.
Namun begitu, 10 analis masih merekomendasikan beli, dan 9 analis menyarankan untuk tetap tahan atau hold.
Adapun target harga rata-rata berada di level Rp2.611, jauh di bawah harga pasar saat ini yang berada di kisaran Rp3.100. Bahkan estimasi tertinggi hanya di Rp3.600, sementara batas bawah berada di Rp1.500. (*)