Logo
>

Asing Pungut 46,87 Juta Saham, AMRT Bangun Kekuatan?

AMRT langsung ARA setelah tekanan MSCI mereda. Asing mulai kembali masuk dan pasar kini memantau apakah area 1.150 menjadi dasar pembentukan arah harga baru.

Ditulis oleh Yunila Wati
Asing Pungut 46,87 Juta Saham, AMRT Bangun Kekuatan?
Volume beli asing di saham AMRT sebesar 157,5 juta saham, sementara volume jual berada di 110,63 juta saham. (Foto: dok AMRT)

KABARBURSA.COM – Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mulai menunjukkan perubahan struktur transaksi setelah beberapa hari mengalami tekanan besar pasca isu downgrade MSCI. Pada perdagangan 2 Juni 2026, AMRT langsung menyentuh Auto Reject Atas (ARA) dengan kenaikan 20 persen ke level 1.380.

Lonjakan tersebut muncul bersamaan dengan perubahan arus transaksi. Volume beli asing 157,5 juta saham, sementara volume jual berada di 110,63 juta saham. Transaksi ini menciptakan net volume positif sebesar 46,87 juta saham.

Perubahan ini mulai diperhatikan pelaku pasar karena sebelumnya AMRT justru berada dalam tekanan distribusi asing cukup agresif. Data historis menunjukkan asing mencatat net sell Rp364,68 miliar pada 29 Mei, lalu Rp112,96 miliar pada 26 Mei, dan Rp157,82 miliar pada 25 Mei 2026.

Tekanan asing itu membuat harga AMRT sempat jatuh dari area 1.425 hingga menyentuh 1.150 hanya dalam beberapa sesi perdagangan. Namun menariknya, ketika tekanan mulai mereda, struktur transaksi langsung berubah sangat cepat.

Distribusi Besar Sudah Selesai

Pasar kini mulai membaca apakah fase distribusi besar pasca MSCI sudah mulai selesai. Sebab, kenaikan menuju ARA kali ini tidak hanya didorong euforia harga, tetapi juga mulai diikuti dominasi volume beli yang lebih besar dibanding volume jual.

Dari sisi struktur harga, area 1.150 kini berubah menjadi titik pantau penting pasar. Level tersebut menjadi area bawah yang mulai dijaga setelah AMRT mengalami tekanan tajam selama sepekan terakhir.

Sementara itu, area 1.380 menjadi resistance psikologis baru karena menjadi titik ARA harian. Jika tekanan beli masih bertahan dan volume tetap tinggi, pasar mulai membuka ruang pengujian menuju area 1.420 hingga 1.500 dalam jangka pendek.

Namun trader juga mulai memperhatikan satu hal penting, yakni apakah kenaikan ini murni technical rebound pasca tekanan MSCI atau mulai menjadi fase akumulasi baru. Sebab dalam banyak kasus, saham yang selesai mengalami tekanan indeks biasanya membutuhkan fase konsolidasi sebelum membentuk arah baru.

Perubahan frekuensi transaksi mulai memberi sinyal menarik. Pada 2 Juni, frekuensi mencapai 31,47 ribu kali dengan nilai transaksi Rp336,95 miliar meski volume hanya 2,53 juta lot. Struktur seperti ini biasanya menunjukkan mulai munculnya aktivitas perebutan harga di area bawah.

Pasar juga mulai membaca bahwa tekanan besar sebelumnya kemungkinan sudah banyak terserap. Ketika distribusi asing mulai berkurang dan harga tidak lagi membentuk lower low baru, perhatian trader biasanya beralih pada kemungkinan pembentukan base accumulation.

Dalam struktur jangka pendek, area 1.250 hingga 1.280 kini mulai menjadi area penjagaan baru. Selama AMRT mampu bertahan di atas area tersebut, momentum rebound masih akan terus dipantau pasar.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali muncul dan harga gagal bertahan di atas area psikologis 1.300, maka pasar berpotensi kembali melihat volatilitas tinggi seperti pekan lalu. Karena itu, perhatian trader saat ini bukan lagi sekadar kenaikan harian AMRT, melainkan apakah saham ini sedang membangun fase pemulihan baru setelah tekanan MSCI mulai mereda.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79