KABARBURSA.COM – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mulai memperlihatkan arah ekspansi yang lebih agresif setelah membukukan lonjakan kinerja sepanjang 2025. Emiten tambang milik Prajogo Pangestu itu kini mengarahkan fokus pada penguatan cadangan dan integrasi bisnis melalui rencana pengambilalihan PT Singaraja Putra Tbk (SINI).
Langkah tersebut dinilai menjadi fase baru transformasi CUAN dari sekadar pemilik aset tambang menjadi grup pertambangan dan energi yang lebih terintegrasi.
Direktur Utama CUAN Michael, mengatakan ekspansi bersama SINI diproyeksikan mampu mendorong produksi grup secara bertahap hingga melampaui 30 juta ton per tahun sampai 2031.
“Hal ini berpotensi menempatkan grup menjadi salah satu produsen batu bara enam besar di Indonesia berdasarkan volume produksi tahunan,” ujar Michael dalam keterangan resmi, Selasa, 2 Juni 2026.
Pendapatan CUAN Naik 51,6 Persen
Pergerakan ekspansi itu muncul setelah CUAN mencatat pertumbuhan kinerja yang cukup agresif sepanjang 2025. Pendapatan perseroan melonjak 51,6 persen secara tahunan menjadi USD1,22 miliar, dari sebelumnya USD801,72 juta pada 2024.
Pada saat yang sama, EBITDA juga naik 24,49 persen secara tahunan menjadi USD404,62 juta. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan kapasitas CUAN dalam menjaga ekspansi operasional sekaligus mempertahankan profitabilitas di tengah dinamika industri batubara global.
Pasar mulai melihat bahwa strategi CUAN bukan hanya mengejar kenaikan volume produksi semata. Struktur bisnis yang sedang dibangun justru mengarah pada integrasi rantai usaha dari tambang, jasa pertambangan, hingga infrastruktur logistik.
Pada Desember 2025, CUAN melalui PT Kreasi Jasa Persada beserta afiliasinya secara tidak langsung telah menguasai 19,99 persen saham SINI. Perseroan juga sedang dalam proses mengikuti rights issue SINI yang diproyeksikan akan meningkatkan kepemilikan menjadi minimal 29 persen setelah transaksi selesai.
Dari sisi aset, tambahan SINI berpotensi memperbesar basis cadangan batu bara grup secara signifikan. Proyeksi internal perusahaan menunjukkan total cadangan gabungan dapat mencapai 378 juta ton hingga 2031.
Basis cadangan tersebut menjadi faktor penting karena memberikan visibilitas produksi jangka panjang. Dalam industri batu bara, besarnya cadangan menjadi salah satu indikator utama untuk menjaga keberlanjutan volume penjualan dan utilisasi infrastruktur.
Menariknya, nilai transaksi ini tidak hanya berada pada tambahan tambang baru. CUAN juga mencoba menghubungkan seluruh rantai bisnis grup agar peningkatan produksi bisa langsung mendorong utilisasi jasa tambang dan logistik internal.
Afiliasi dengan PTRO
Di sinilah posisi PT Petrosea Tbk (PTRO) mulai menjadi perhatian pasar. Sebagai afiliasi yang bergerak di jasa pertambangan dan infrastruktur, PTRO berpotensi memperoleh tambahan volume pekerjaan seiring meningkatnya produksi grup di masa mendatang.
Manajemen CUAN menyebut model bisnis terintegrasi tersebut memungkinkan perusahaan mengelola produksi dalam skala besar melalui kombinasi aset tambang, jalan hauling, pelabuhan, hingga fasilitas logistik yang dimiliki maupun dikelola grup.
Artinya, kenaikan produksi bukan hanya berdampak pada penjualan batu bara. Utilisasi jalan tambang, pelabuhan, dan armada logistik juga berpotensi ikut meningkat sehingga menciptakan efek berantai terhadap pendapatan grup secara keseluruhan.
Strategi seperti ini mulai umum digunakan grup tambang besar untuk menjaga efisiensi biaya dan memperkuat margin operasional. Semakin tinggi integrasi bisnis, semakin besar pula ruang perusahaan menekan biaya logistik dan operasional tambang.
CUAN juga mulai menyiapkan pengembangan infrastruktur pendukung untuk menopang ekspansi tersebut. Perseroan bersama anak usaha akan mengembangkan jalan tambang berkonsep all-weather road agar operasional tetap berjalan stabil di berbagai kondisi cuaca.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan penggunaan double trailer dan pengembangan armada kendaraan listrik atau EV truck. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi logistik sekaligus menjaga produktivitas operasional dalam jangka panjang.
Pasar kini mulai memantau apakah ekspansi CUAN ke SINI akan menjadi titik perubahan skala bisnis grup dalam beberapa tahun ke depan. Sebab, jika target produksi di atas 30 juta ton benar-benar tercapai, posisi CUAN di industri batu bara nasional berpotensi naik ke level yang jauh lebih besar dibanding saat ini.(*)