KABARBURSA.COM – Tekanan jual investor asing mendominasi perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 9 April 2026, dengan sejumlah saham mencatatkan net foreign sell signifikan. Saham energi hingga perbankan besar masuk dalam daftar utama pelepasan asing.
Data Stockbit Sekuritas menunjukkan Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham dengan net foreign sell terbesar mencapai 382,7 juta saham. Tekanan jual asing terlihat pada sejumlah saham dengan volume signifikan di sesi I, mengacu pada data Top 20 Net Foreign Sell Midday, Rabu, 9 April 2026.
Di posisi berikutnya, Bank Neo Commerce Tbk (BBNR) mencatat net sell 118,7 juta saham, disusul GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebesar 111,26 juta saham. Saham perbankan besar seperti Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga mengalami net sell sebesar 84,2 juta saham.
Tekanan jual juga terlihat pada saham sektor energi dan komoditas lainnya. Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat net sell 50,61 juta saham, diikuti Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) sebesar 48,84 juta saham dan Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 38,66 juta saham.
Saham lain yang masuk dalam daftar pelepasan asing antara lain CDIA dengan 32,50 juta saham dan Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) sebesar 30,62 juta saham. Sementara itu, Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat net sell sebesar 29,95 juta saham.
Pada kelompok saham menengah, PADI mencatat net sell 28,99 juta saham, diikuti INET sebesar 26,91 juta saham dan KPIG sebesar 26,50 juta saham. Aktivitas ini menunjukkan tekanan jual yang tersebar pada berbagai sektor.
Di sektor konsumer dan properti, Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) mencatat net sell sebesar 22,14 juta saham, sementara Sentul City Tbk (BKSL) dan Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) masing-masing mencatat net sell di atas 20 juta saham.
Data ini menunjukkan pelepasan asing terjadi dalam volume besar pada sejumlah saham dengan likuiditas tinggi. Aktivitas jual ini berjalan seiring dengan posisi net foreign sell secara agregat yang tercatat Rp1,11 triliun di seluruh pasar pada sesi I.
Pergerakan ini memperlihatkan tekanan jual asing tidak hanya terjadi secara agregat pada indeks, tetapi juga terdistribusi pada sejumlah saham dengan kapitalisasi besar hingga menengah. Data volume transaksi menunjukkan intensitas distribusi yang terjadi sejak awal perdagangan hingga pertengahan hari.(*)