Logo
>

Bach Multi Global Segera IPO, Janjikan Pembagian Dividen: Segini Kisarannya

Berdasarkan jadwal yang tercantum dalam e-IPO, masa penawaran umum akan berlangsung pada 1-3 Juli 2026.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
Bach Multi Global Segera IPO, Janjikan Pembagian Dividen: Segini Kisarannya
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – PT Bach Multi Global Tbk (BACH) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Perseroan membuka masa penawaran awal (bookbuilding) pada 22-24 Juni 2026 dengan kisaran harga Rp400 hingga Rp500 per saham.

Berdasarkan jadwal yang tercantum dalam e-IPO, masa penawaran umum akan berlangsung pada 1-3 Juli 2026. Selanjutnya, penjatahan efek dijadwalkan pada 3 Juli 2026, distribusi saham kepada investor pada 6 Juli 2026, dan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026.

BACH merupakan perusahaan yang bergerak di bidang solusi energi dan infrastruktur telekomunikasi. Perseroan menjalankan dua lini usaha utama, yakni penjualan dan penyewaan generator set (genset) serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.

Untuk memperkuat ekspansi bisnis telekomunikasi, Perseroan mendirikan entitas anak BMI yang fokus pada jasa konstruksi infrastruktur telekomunikasi. Sejak Juli 2023, BACH juga menjadi bagian dari grup infrastruktur digital independen PT Sarana Menara Nusantara Tbk melalui GTP. Hingga September 2025, grup tersebut tercatat memiliki dan mengoperasikan sekitar 36.049 menara telekomunikasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Manajemen dalam prospektusnya menetapkan visi menjadi perusahaan terdepan dalam solusi energi dan telekomunikasi yang andal dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan visi tersebut, Perseroan berfokus pada inovasi layanan, penguatan kemitraan strategis, pengembangan talenta, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Pada segmen energi, BACH menjalankan bisnis penjualan dan penyewaan genset untuk berbagai kebutuhan industri maupun pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Perseroan merupakan agen tunggal genset merek Himoinsa di Indonesia serta memasarkan berbagai merek lain yang menggunakan mesin Cummins, Perkins, APC, Yanmar, Doosan, Mitsubishi, hingga Kubota.

Produk yang dipasarkan memiliki kapasitas mulai dari 7 kVA hingga 3.000 kVA dan digunakan oleh berbagai sektor seperti pertambangan, manufaktur, perbankan, perkebunan, perhotelan, pusat perbelanjaan, pendidikan, hingga sektor komersial lainnya. Selain itu, Perseroan juga menyediakan layanan instalasi dan pemeliharaan sistem energi terbarukan, termasuk panel surya.

Sementara pada bisnis telekomunikasi, BACH menyediakan layanan pembangunan menara BTS mulai dari site acquisition (SITAC), pekerjaan civil, mechanical and electrical (CME), kolokasi, relokasi hingga pembongkaran menara. Perseroan juga mengelola layanan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi dengan cakupan sekitar 41.000 site di seluruh Indonesia.

Sejumlah perusahaan telekomunikasi dan pengelola menara nasional tercatat menjadi pelanggan Perseroan, di antaranya Protelindo Group, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Centratama Group, Indosat Hutchison, PT XL Axiata Tbk, Huawei, dan Telkomsel.

Dari sisi prospek usaha, Perseroan menilai permintaan terhadap genset masih akan tumbuh seiring pembangunan infrastruktur nasional, ekspansi sektor industri, hilirisasi mineral, serta kebutuhan pasokan listrik cadangan di berbagai wilayah Indonesia. Pasar generator Indonesia pada 2024 tercatat bernilai sekitar USD679,46 juta dan diproyeksikan meningkat menjadi USD1,76 miliar pada 2035.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi digital dan peningkatan kebutuhan konektivitas dinilai akan menopang permintaan terhadap pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi. Kebutuhan pengembangan jaringan 4G dan 5G, pembangunan pusat data, serta perluasan akses telekomunikasi di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) diperkirakan akan menjadi katalis pertumbuhan bisnis Perseroan dalam jangka panjang.

Perseroan meyakini sinergi antara bisnis energi dan telekomunikasi memberikan posisi strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan di kedua sektor tersebut secara berkelanjutan.

Terkait kebijakan dividen, setelah IPO Perseroan berencana membagikan dividen tunai maksimal 50 persen dari laba bersih mulai tahun buku 2026 yang akan dibayarkan pada 2027, dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan, kebutuhan modal kerja, ekspansi usaha, serta persetujuan pemegang saham.

Sebelum IPO, Perseroan memiliki rekam jejak pembagian dividen yang cukup konsisten. Pada 2025 BACH membagikan dividen tunai sebesar Rp50 miliar, setelah sebelumnya membagikan Rp17,7 miliar pada 2024 dan Rp129,1 miliar pada 2023. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".