KABARBURSA.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memetakan tiga fokus strategis guna mengamankan ketahanan energi nasional. Langkah taktis ini diambil menyusul perintah langsung Presiden untuk merespons ketidakpastian geopolitik global yang terus menekan sektor hulu dan hilir migas domestik.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pemerintah bergerak cepat menggelar rapat koordinasi untuk memitigasi dampak rambatan krisis global ke pasar dalam negeri.
Kebijakan ini sekaligus menjadi jawaban pemerintah di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap lonjakan harga BBM non-subsidi, seperti Pertamax yang meroket dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.
"Kebetulan kita lihat perkembangan geopolitik yang belum selesai, bahwa Presiden memerintahkan untuk segera mencari energi-energi alternatif. Khususnya yang sekarang kita fokus itu adalah percepatan peralihan LPG, yang kedua penataan tambang, dan yang ketiga adalah kesiapan sektor energi PLN maupun dari sisi BBM kita," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Istana Negara, dikutip Jumat, 12 Juni 2026.
Bahlil menegaskan, prioritas utama dari tiga fokus tersebut adalah melindungi kelompok masyarakat rentan melalui instrumen subsidi negara.
Koridor harga untuk produk solar, Pertalite, maupun LPG 3 kilogram dipastikan bertahan pada tingkat harga saat ini untuk meredam guncangan inflasi.
"Harga BBM untuk bersubsidi maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali. Nah, sementara harga yang non-subsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada, sudah tertentu perhitungannya," jelas Bahlil.
Pemerintah meminta badan usaha penyalur energi, baik PT Pertamina (Persero) maupun swasta, untuk mengeksekusi penyesuaian harga varian komersial secara rasional.
"Ini akan dilakukan secara bijak oleh teman-teman pelaku usaha baik Pertamina maupun pelaku usaha yang lainnya," tambahnya.
Godok Skema Perlindungan Daya Beli
Merespons potensi penurunan daya beli kelas menengah akibat mahalnya BBM nonsubsidi, Kementerian ESDM kini tengah merumuskan skema kebijakan bantalan ekonomi makro.
Penahanan harga BBM subsidi menjadi tameng utama pemerintah dalam menjaga perputaran roda ekonomi di tingkat bawah.
"Pemerintah lagi sedang menggodok hal-hal yang terkait dengan menjaga daya beli masyarakat. Makanya kita untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kepada BBM subsidi sama sekali tidak kita naikkan, sementara yang lainnya dilakukan penyesuaian," tegas Bahlil.
Guna memastikan rantai pasok energi tetap aman tanpa memicu kelangkaan di SPBU, kementeriannya terus memantau pergerakan operasional para pelaku usaha di lapangan.
"Nanti kita cek nanti dengan teman-teman pelaku usaha maupun Pertamina," pungkasnya.(*)
Bahlil Ungkap Tiga Fokus Energi Nasional di Tengah Gejolak Global
Pemerintah bergerak cepat menggelar rapat koordinasi untuk memitigasi dampak rambatan krisis global ke pasar dalam negeri.
Ditulis oleh
Gusti Ridani
•