Logo
>

Area Pivot SMDR Buka Peluang Technical Rebound, Bersiap Akumulasi

SMDR masih terkoreksi di level 274 dengan tekanan jual yang dominan. Namun volume beli tetap kuat, asing kembali net buy, dan area pivot membuka peluang technical rebound.

Ditulis oleh Yunila Wati
Area Pivot SMDR Buka Peluang Technical Rebound, Bersiap Akumulasi
SMDR sedang memasuki area yang menarik untuk memanfaatkan peluang pantulan jangka pendek. (Foto: KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Harga saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) turun tipis 0,72 persen ke level 274. Mayoritas indikator teknikal masih memunculkan sinyal jual, sentimen pasar juga belum sepenuhnya pulih. 

Namun, rekomendasi Trading Buy mulai muncul. Secara teknikal, SMDR sedang memasuki area yang menarik untuk memanfaatkan peluang pantulan jangka pendek.

Pergerakan harga di level 274 sebenarnya memiliki arti penting. Angka tersebut bukan hanya menjadi harga penutupan hari terakhir, tetapi juga merupakan pivot point utama berdasarkan metode klasik, Fibonacci, Camarilla, dan Woodie's. 

Jarang sekali beberapa metode pivot memberikan angka yang sama. Ketika terjadi, level tersebut biasanya menjadi area pertarungan yang sangat menentukan arah pergerakan berikutnya.

Jika level 274 mampu dipertahankan, maka peluang menuju resistance pertama di 286 menjadi semakin terbuka. Apabila momentum berlanjut, target berikutnya di 296 juga masih berada dalam jangkauan sesuai rekomendasi Trading Buy.

Menariknya lagi, meskipun harga mengalami koreksi, aktivitas transaksi justru masih didominasi volume pembelian. Pada perdagangan Kamis, 11 Juni 1979, SMDR mencatat foreign buy sebesar Rp437,89 juta, dengan foreign sell sebesar Rp371,76 juta. Investor asing masih mencatatkan net buy sekitar Rp66,13 juta.

Nilainya memang tidak besar, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa tekanan jual mulai diimbangi oleh munculnya minat beli baru.

Jika ditarik dalam empat hari terakhir, pola asing bahkan memperlihatkan perubahan yang menarik. Pada 8 Juni, asing melakukan akumulasi hingga Rp1,08 miliar. Dua hari berikutnya mereka melakukan distribusi cukup besar masing-masing Rp1,01 miliar dan Rp593 juta. Namun pada perdagangan terakhir, arus dana asing kembali berubah positif.

Perubahan arah tersebut sering kali menjadi tanda bahwa tekanan distribusi mulai mereda.

Dari sisi teknikal, kondisi SMDR memang masih jauh dari kata ideal. Ringkasan indikator menunjukkan status sangat jual, dengan sepuluh indikator memberikan sinyal jual dan tidak ada satu pun yang netral maupun beli.

RSI berada di level 33,34 yang mulai mendekati area oversold. MACD masih berada di zona negatif di -17,21. Artinya, momentum penurunan belum sepenuhnya selesai. Namun, ADX yang berada di level 64,68 mengindikasikan tren yang sedang berlangsung memiliki kekuatan cukup besar.

Namun ada satu indikator yang mulai menarik perhatian, yaitu Stochastic RSI yang berada di level 76,79 atau masuk kategori beli berlebih.

Sekilas kondisi beli berlebih terdengar negatif. Akan tetapi dalam fase pembentukan rebound, Stochastic RSI sering kali menjadi indikator yang bergerak lebih cepat dibandingkan indikator momentum lainnya. 

Artinya, sebagian pelaku pasar mulai masuk lebih dulu meskipun indikator utama masih belum memberikan konfirmasi.

Begitu pula pada moving average. Dari total 12 moving average yang diamati, hanya MA5 sederhana yang masih memberikan sinyal beli pada level 269,2. Seluruh moving average lainnya, baik sederhana maupun eksponensial, masih menunjukkan sinyal jual.

Bagi investor jangka panjang, kondisi ini memang belum cukup menarik karena tren menengah masih cenderung melemah. Namun bagi trader jangka pendek, situasinya justru berbeda.

Harga saat ini berada sedikit di atas MA5 sederhana sekaligus berada tepat di area Trading Buy yang direkomendasikan, yakni 270-274. Selama area tersebut mampu bertahan, peluang technical rebound masih lebih besar dibandingkan risiko penurunan lanjutan.

Dari perspektif Elliott Wave, SMDR diperkirakan sedang berada pada bagian wave [iv] dari wave C. Fase ini biasanya merupakan periode konsolidasi setelah kenaikan sebelumnya sebelum memasuki gelombang lanjutan. 

Karena itu, strategi yang digunakan bukan mengejar harga ketika sudah naik tinggi, melainkan melakukan akumulasi secara bertahap di area support.

Level 268 menjadi batas yang sangat penting. Selama harga tidak menembus area tersebut, skenario rebound menuju 286 hingga 296 masih tetap valid.

Yang juga menarik adalah volatilitas SMDR mulai menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Rentang pergerakan harga berada di kisaran 268 hingga 280 dengan rata-rata transaksi di level 274. Kondisi seperti ini sering kali menjadi fase konsolidasi sebelum muncul pergerakan yang lebih besar.

Itulah sebabnya rekomendasi Trading Buy masih relevan meskipun tekanan jual belum sepenuhnya hilang. Dengan disiplin pada area beli 270-274 dan stoploss di bawah 268, trader memiliki ruang untuk memanfaatkan peluang technical rebound tanpa harus mengambil risiko yang terlalu besar.(*) 

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79