Logo
>

BBCA dan BBRI Topang Sesi I, Value dan Volumenya Melejit

Akumulasi masif saham BBCA dan BBRI oleh investor asing menjadi motor penggerak utama likuiditas bursa pada sesi pertama.

Ditulis oleh Syahrianto
BBCA dan BBRI Topang Sesi I, Value dan Volumenya Melejit
Kinerja positif ini didorong oleh nilai dan volume pembelian bersih asing yang melonjak signifikan secara keseluruhan pada pertengahan pekan ini. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi penopang utama perdagangan pasar modal sesi pertama hari Rabu, 17 Juni 2026. Kinerja positif ini didorong oleh nilai dan volume pembelian bersih asing yang melonjak signifikan secara keseluruhan pada pertengahan pekan ini. 

Data transaksi bursa mencatat total aksi beli investor asing mencapai Rp8,12 triliun berbanding terbalik dengan aksi jual yang menyentuh angka Rp5,53 triliun. Alhasil, pasar modal domestik berhasil mencetak angka pembelian bersih asing total senilai Rp2,59 triliun hingga akhir sesi pertama.

Aktivitas transaksi di papan perdagangan menunjukkan dominasi yang sangat kuat dari sektor perbankan dalam menentukan arah pergerakan indeks. Saham BBCA memimpin jajaran akumulasi oleh investor mancanegara dengan mencatatkan nilai pembelian bersih tertinggi yang menyentuh angka Rp288,87 miliar. 

Selain nilai transaksi yang jumbo, volume pembelian bersih untuk saham bank swasta terbesar ini juga berada di level sangat tinggi yaitu mencapai 44,83 juta lembar saham. Besarnya minat beli dari para pemodal asing ini menjadi motor penggerak utama bagi likuiditas pasar reguler sepanjang perdagangan paruh pertama.

Saham BBRI menyusul dengan sangat ketat di posisi kedua sebagai target investasi utama para pemodal internasional di bursa domestik. Nilai transaksi pembelian bersih asing untuk saham bank pelat merah ini berhasil menyentuh angka sebesar Rp278,65 miliar. 

Adapun volume perdagangan bersih asing untuk emiten perbankan tersebut tercatat berada di posisi melimpah dengan total mencapai 90,84 juta lembar saham. Akumulasi masif pada dua saham perbankan berkapitalisasi jumbo ini menunjukkan konsentrasi modal yang sangat tebal pada sektor keuangan.

Posisi ketiga dalam daftar buruan investor asing ditempati oleh saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan porsi yang terpaut cukup jauh. Emiten yang bergerak di sektor ritel ini mencatatkan nilai pembelian bersih asing sebesar Rp41,21 miliar pada penutupan sesi pertama. 

Perbedaan nilai yang sangat mencolok tersebut semakin menegaskan bahwa arus dana global hari ini benar-benar terfokus pada saham perbankan berkapitalisasi besar. Tingginya gap akumulasi modal ini mencerminkan strategi investor yang cenderung defensif dengan memilih instrumen berlikuiditas tinggi.

Dampak langsung dari derasnya aliran modal masuk tersebut segera tercermin pada fluktuasi harga kedua saham perbankan di papan perdagangan utama. Saham BBCA terpantau mengakhiri perdagangan sesi pertama di level Rp6.375 per lembar atau mengalami apresiasi sebesar seratus poin. 

Penguatan tersebut setara dengan kenaikan sebesar 1,59 persen jika dibandingkan dengan posisi harga penutupan pada hari bursa sebelumnya. Sepanjang paruh pertama, emiten ini sempat menyentuh level tertinggi di angka Rp6.550 dengan frekuensi transaksi mencapai 58.400 kali perdagangan.

Nilai transaksi total untuk perdagangan saham BBCA sendiri berhasil membukukan angka yang sangat fantastis yakni mencapai Rp2,12 triliun. Tren kenaikan yang tidak kalah impresif juga terjadi pada pergerakan harga saham BBRI di lantai bursa dalam periode yang sama. 

Saham bank yang fokus pada sektor usaha mikro ini bertengger di level Rp3.060 per lembar pada akhir sesi pertama. Posisi harga tersebut merepresentasikan lonjakan sebesar tujuh puluh poin atau menguat sekitar 2,34 persen dari harga penutupan sebelumnya.

Perdagangan saham BBRI dibuka pada level harga Rp3.020 dan sempat merangkak naik hingga menyentuh titik tertinggi di level Rp3.130. Nilai total transaksi yang tercipta untuk keseluruhan perdagangan saham bank pelat merah ini sukses menyentuh angka Rp1,08 triliun. 

Pergerakan nilai transaksi yang sangat masif di pasar modal hari ini juga melibatkan aktivitas tinggi dari sejumlah perusahaan sekuritas terkemuka. Beberapa broker besar tercatat memfasilitasi perdagangan dengan volume dan nilai eksekusi yang sangat signifikan di seluruh papan pasar.

Perusahaan sekuritas Indo Premier Sekuritas dengan kode broker PD menempati posisi teratas dengan nilai transaksi kumulatif terbesar mencapai Rp3,6 triliun. Tempat kedua diisi oleh Stockbit Sekuritas Digital dengan kode XL yang mengantongi nilai transaksi total sebesar Rp3,56 triliun di bursa. 

Peringkat ketiga ditempati oleh UBS Sekuritas Indonesia dengan kode broker AK yang mencatatkan nilai perdagangan sebesar Rp3,53 triliun. Aktivitas perdagangan yang sangat padat dari jajaran broker papan atas ini mencerminkan tingginya partisipasi dari para investor institusi.

Di sisi lain, lantai bursa juga mencatatkan adanya aksi pelepasan portofolio atau jual bersih asing yang cukup dalam pada emiten tertentu. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk dengan kode emiten TPIA menjadi target penjualan bersih asing terbesar pada paruh pertama hari ini. 

Nilai pelepasan asing pada saham perusahaan petrokimia terkemuka tersebut tercatat menembus angka yang cukup signifikan yaitu Rp270,51 miliar. Adapun volume perdagangan jual bersih asing untuk saham emiten ini terpantau berada di level 131,25 juta lembar saham.

Dua emiten lain yang mengekor di bawah posisi TPIA dalam daftar jual bersih asing adalah saham BRMS dan saham BUMI. Nilai penjualan bersih asing untuk saham BRMS tercatat berada di angka Rp86,81 miliar hingga akhir perdagangan sesi pertama bursa. 

Sementara itu, saham BUMI mencatatkan nilai jual bersih asing yang tidak jauh berbeda yakni sebesar Rp86,60 miliar pada periode yang sama. Seluruh data transaksi perpindahan modal investor asing ini mencerminkan fluktuasi riil serta dinamika penataan ulang portofolio di pasar domestik.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.