Logo
>

BBCA Terbang Hampir 10 Persen, Angkat IHSG ke 5.902,38

IHSG menguat 2,71 persen ke 5.902 didukung transaksi Rp31,73 triliun. BBCA melesat 9,71 persen menjadi salah satu motor utama reli bersama INKP, TLKM, dan BBNI.

Ditulis oleh Yunila Wati
BBCA Terbang Hampir 10 Persen, Angkat IHSG ke 5.902,38
IHSG dibuka di level 5.744,06 dan terus bergerak naik hingga menyentuh level tertinggi 5.942,94 sebelum akhirnya ditutup di 5.902,38. (Foto: KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona hijau pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026. IHSG menguat 155,73 poin atau 2,71 persen ke level 5.902,38. Pergerakan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menarik perhatian pasar.

Saham bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia itu melesat hampir 10 persen dalam sehari dan menjadi salah satu motor utama penguatan indeks. BBCA memberikan sinyal bahwa sahamnya tetap menjadi tujuan utama.

IHSG dibuka di level 5.744,06 dan terus bergerak naik hingga menyentuh level tertinggi 5.942,94 sebelum akhirnya ditutup di 5.902,38. Level terendah hari ini berada di 5.677,97, menunjukkan bahwa tekanan jual mulai mampu diserap oleh pelaku pasar.

Aktivitas perdagangan juga meningkat signifikan. Sebanyak 466,70 juta lot berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp31,73 triliun dan frekuensi transaksi mencapai 3,11 juta kali. Pada pasar reguler saja, volume mencapai 438,88 juta lot dengan nilai transaksi Rp29,28 triliun.

Besarnya nilai transaksi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan hari ini bukan sekadar technical rebound tipis, melainkan diikuti oleh peningkatan partisipasi investor.

Dari sisi sektoral, seluruh indeks berhasil keluar dari zona merah.

Sektor teknologi menjadi bintang utama dengan kenaikan 4,37 persen, didorong oleh penguatan saham-saham seperti KIOS, BUKA, DCII, DIVA, dan EMTK. Sentimen positif juga merata ke berbagai sektor lain sehingga memberikan fondasi yang lebih sehat bagi penguatan IHSG.

Namun perhatian terbesar tetap tertuju pada BBCA.

Saham ini ditutup di level Rp5.650 atau melonjak 500 poin setara 9,71 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan tersebut membuat BBCA masuk dalam daftar top gainers LQ45 bersama INKP, DEWA, TLKM, BRPT, BBNI, dan MBMA.

Data perdagangan memperlihatkan bahwa minat beli terhadap BBCA berlangsung hampir sepanjang hari. Saham dibuka di level Rp5.175, kemudian terus menguat hingga menyentuh level tertinggi Rp5.700 tanpa pernah turun di bawah harga pembukaan. Harga terendah hari ini tercatat sama dengan harga pembukaan, yakni Rp5.175, sebuah pola yang menunjukkan dominasi pembeli sejak awal perdagangan.

Nilai transaksi BBCA mencapai sekitar Rp4,08 triliun dengan volume mencapai 7,47 juta lot dan frekuensi transaksi sebanyak 122.370 kali. Rata-rata harga transaksi berada di kisaran Rp5.462, memperlihatkan bahwa investor tetap bersedia melakukan akumulasi meskipun harga terus bergerak naik sepanjang hari.

Kenaikan hampir 10 persen pada saham sebesar BBCA tentu bukan peristiwa yang biasa.

Sebagai saham dengan bobot terbesar di IHSG, setiap pergerakan BBCA memiliki pengaruh signifikan terhadap indeks secara keseluruhan. Ketika saham ini bergerak naik, sentimen terhadap sektor perbankan dan pasar secara umum ikut membaik.

Menariknya, reli BBCA juga terjadi ketika beberapa saham besar lainnya masih mengalami tekanan. Di daftar top losers LQ45 masih terdapat nama-nama seperti CUAN, ANTM, SCMA, INCO, AMMN, ADMR, dan JPFA.

Artinya, aliran dana investor hari ini lebih selektif dan cenderung memilih saham-saham berfundamental kuat dengan likuiditas tinggi dibanding melakukan pembelian secara merata di seluruh pasar.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79