Logo
>

BCA Syariah 2025 Tumbuh Dua Digit: Modal Tebal, Risiko Terjaga

Ekspansi pembiayaan, penguatan dana, dan digitalisasi menjadi bagian dari perjalanan bisnis yang terus berkembang.

Ditulis oleh Syahrianto
BCA Syariah 2025 Tumbuh Dua Digit: Modal Tebal, Risiko Terjaga
PT Bank BCA Syariah mencatatkan kinerja solid sepanjang 2025 dengan pertumbuhan aset dan laba bersih dua digit. (Foto: Dok. BCA Syariah)

KABARBURSA.COM – PT Bank BCA Syariah mencatatkan kinerja solid sepanjang 2025 dengan pertumbuhan aset dan laba bersih dua digit, ditopang ekspansi pembiayaan dan penguatan dana pihak ketiga. Di saat yang sama, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio risiko yang stabil.

Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum menyampaikan pertumbuhan tersebut mencerminkan kepercayaan nasabah yang terus meningkat. 

“Alhamdulillah, BCA Syariah pada tahun ini tumbuh solid dan berkelanjutan yang tercermin, antara lain dari peningkatan total aset,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis, 9 April 2026.

Yuli menambahkan bahwa pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan dana pihak ketiga dan penyaluran pembiayaan yang berkualitas. “Pertumbuhan didukung dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyalurannya dalam bentuk pembiayaan yang berkualitas,” katanya.

Secara kinerja, total aset BCA Syariah mencapai Rp19,2 triliun atau tumbuh 15,4 persen secara tahunan. Laba bersih tercatat Rp212 miliar atau meningkat 15,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi intermediasi, pembiayaan tumbuh 23,1 persen menjadi Rp13,2 triliun. Penyaluran pembiayaan difokuskan pada sektor produktif serta pembiayaan konsumer seperti KPR dan pembiayaan emas.

Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) gross berada di level 1,57 persen. Angka ini mencerminkan pengelolaan risiko yang tetap dijaga di tengah ekspansi pembiayaan.

Pada sisi pendanaan, dana pihak ketiga tumbuh 17,1 persen menjadi Rp15,4 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan dana murah atau CASA yang naik 25,7 persen hingga mencapai Rp6,3 triliun.

Selain itu, struktur permodalan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (KPMM) berada di level 28,09 persen. Posisi ini mencerminkan kapasitas ekspansi yang masih terbuka dengan buffer modal yang tinggi.

Pendapatan operasional juga meningkat seiring dengan pertumbuhan pembiayaan. Pendapatan penyaluran dana dan bagi hasil menunjukkan kenaikan dibandingkan periode sebelumnya.

Di sisi efisiensi, rasio operasional seperti BOPO dan cost to income ratio tetap berada dalam kisaran yang terjaga. Hal ini menunjukkan pengendalian biaya berjalan seiring dengan ekspansi bisnis.

BCA Syariah juga memperkuat layanan digital sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Sepanjang 2025, perusahaan menambah berbagai fitur pada aplikasi mobile banking BSya, termasuk pembiayaan emas, e-deposito, QRIS, setor tunai tanpa kartu, serta pembayaran digital.

Selain itu, pengembangan internet banking BIQ dilakukan untuk segmen usaha dengan fitur dashboard keuangan, integrasi KSEI/RDN, BI Fast Transfer, serta layanan transfer batch. Penguatan ini dilakukan untuk meningkatkan akses dan efisiensi layanan perbankan.

“Kami memanfaatkan digitalisasi untuk menjadi semakin dekat dengan nasabah serta meningkatkan kenyamanan akses layanan perbankan syariah,” ujar Yuli.

Di luar aspek bisnis, BCA Syariah juga menjalankan program pemberdayaan UMKM melalui inisiatif WEpreneur. Sepanjang 2025, program ini memberikan pelatihan intensif kepada 30 UMKM serta menjangkau 3.148 peserta melalui micro mentoring.

Dari sisi tata kelola, perusahaan memperkuat struktur governance melalui pembaruan kebijakan internal, penguatan fungsi audit, serta penerapan prinsip transparansi. BCA Syariah juga secara rutin melakukan self-assessment GCG sesuai ketentuan regulator.

Fungsi audit internal dijalankan secara independen dengan pelaporan langsung kepada direksi dan pengawasan oleh dewan komisaris serta komite audit. Struktur ini menjadi bagian dari sistem pengendalian internal yang berlapis.

Selain itu, tidak terdapat kepemilikan saham signifikan oleh dewan komisaris, yang menunjukkan independensi dalam pengawasan. Transparansi juga dijaga melalui publikasi laporan keuangan, laporan tata kelola, serta laporan risiko secara berkala.

Sepanjang 2025, perusahaan juga memperkuat kebijakan anti fraud, anti korupsi, dan sistem pelaporan pelanggaran sebagai bagian dari penguatan integritas. Program pelatihan dan pengembangan kompetensi pengurus juga terus dijalankan.

Ke depan, BCA Syariah akan terus memperkuat struktur pendanaan dan meningkatkan kualitas pembiayaan. Perusahaan juga akan mengembangkan layanan berbasis kebutuhan nasabah serta mendukung literasi dan inklusi keuangan syariah.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.