KABARBURSA.COM - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membeberkan struktur kepemilikan saham terbaru melalui Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI).
Laporan ini menampilkan komposisi saham perusahaan, mulai dari jajaran direksi dan komisaris hingga pemegang saham utama dan publik.
Kepemilikan saham oleh manajemen Garuda Indonesia tercatat relatif kecil dibanding total saham beredar. Mayoritas direksi dan komisaris tidak memiliki saham dalam jumlah signifikan.
Berikut Struktur saham Garuda yang dimiliki Komisaris atau Direksi PT Garuda Indonesia (Persero):
Komisaris Chairal Tanjung: 6.424.259 saham (0,002 persen)
Direksi Reza Aulia Hakim: 16.841 saham
Direksi Dani Haikal Iriawan: 19.706 saham
Direksi Mukhtaris: 25.459 saham
Direksi Eksitarino Irianto: 1.366.067 saham
Meskipun beberapa direksi memegang saham, porsinya tetap sangat kecil dibanding total saham beredar.
Pemegang Saham Utama
Struktur kepemilikan saham Garuda Indonesia sangat terkonsentrasi pada dua pemegang saham utama, yakni:
1. PT Danantara Asset: 370.902.553.959 saham, setara 91,11 persen, menjadikannya pengendali utama perusahaan.
2. Negara Republik Indonesia melalui Kementerian BUMN: 3.746.490.444 saham setara 0,92 persen.
Kepemilikan Saham Publik
Saham publik, baik warkat maupun non-warkat, tercatat memiliki porsi kecil:
Warkat: 158.174.614 saham (0,039 persen)
Non-warkat: 32.276.632.488 saham (7,929 persen)
Secara keseluruhan, jumlah saham Garuda Indonesia tercatat di BEI mencapai 407.091.703.837 saham. Kepemilikan publik dengan porsi di bawah 5 persen mencapai sekitar 7,97 persen, sedangkan saham kategori free float mencapai 31.945.796.488 saham atau 7,85 persen.
Selain itu, saham yang dimiliki direksi dan komisaris dengan porsi di bawah 5 persen sekitar 7,85 juta saham, sedangkan afiliasi pengendali memegang sekitar 330,83 juta saham di bawah 5 persen.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.