KABARBURSA.COM – Penggunaan teknologi artificial intelligence (AI) dalam trading saham mulai diperkenalkan lebih luas ke investor retail di Indonesia. Di tengah kondisi pasar yang bergerak cepat, sebagian pelaku pasar masih mengandalkan sistem trading konvensional yang belum sepenuhnya berbasis data real-time.
PT Indo Premier Sekuritas melalui platform IPOT mulai mengadopsi sistem AI real-time untuk memberikan alternatif pendekatan dalam pengambilan keputusan investasi.
Perkembangan ini sejalan dengan tren di pasar global, khususnya di Amerika Serikat, di mana penggunaan data real-time, algoritma, dan analisis order flow telah menjadi standar dalam aktivitas trading. Dalam kondisi volatil, keterlambatan informasi dinilai dapat memengaruhi kualitas keputusan, mulai dari entry yang tidak optimal hingga exit yang terlambat.
Chief Marketing Officer IPOT, Sergio Ticoalu, mengatakan penerapan teknologi ini merupakan bagian dari perubahan yang terjadi di industri pasar modal.
“Tidak hanya sebagai inovasi teknologi, langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi industri, di mana akses terhadap sistem trading yang sebelumnya identik dengan investor institusi kini mulai terbuka untuk investor retail,” ujar Sergio dalam keterangan tertulis yang diterima KabarBursa.com dikutip Ahad, 26 April 2026.
Ia menjelaskan, sejumlah fitur berbasis AI seperti AI Live, Bandar Action, LADI, hingga Hit Action (HAKA dan HAKI) memungkinkan investor memantau aktivitas pasar dalam waktu singkat. Data yang sebelumnya bersifat mentah kini diolah menjadi informasi yang lebih mudah dipahami.
Selain itu, fitur Live Order Book dan Order Queue memberikan gambaran lebih terbuka terkait dinamika permintaan dan penawaran di pasar. Investor dapat melihat pergerakan antrian order tanpa sepenuhnya bergantung pada asumsi atau rumor.
Pendekatan ini dinilai menggeser cara pengambilan keputusan investor. Jika sebelumnya banyak keputusan didasarkan pada opini atau informasi yang tertunda, kini data real-time menjadi acuan utama dalam menyusun strategi trading.
Dari sisi infrastruktur, IPOT menyebut sistemnya dirancang dengan arsitektur real-time, latency rendah, serta kemampuan pemrosesan data yang tinggi. Platform ini didukung dana kelolaan sekitar Rp312 triliun serta investasi teknologi dalam skala besar.
Selain performa, aspek keamanan juga menjadi perhatian. IPOT menerapkan sistem perlindungan berbasis server dengan mekanisme anti-phishing berlapis untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan dan mencegah akses ilegal terhadap akun pengguna.
Untuk melengkapi layanan, IPOT juga menghadirkan IPOT Views, yaitu riset berbasis data yang ditujukan untuk membantu investor memahami kondisi pasar secara lebih objektif.
Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, akses terhadap data real-time dan sistem analisis berbasis AI menjadi salah satu faktor pembeda. Investor yang memiliki akses terhadap teknologi ini dinilai memiliki posisi yang lebih siap dalam menghadapi dinamika pasar.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan, IPOT membuka akses penggunaan platform ini secara gratis, termasuk bagi investor yang sebelumnya menggunakan sekuritas lain. Langkah ini disebut sebagai upaya untuk mendorong adopsi teknologi dalam aktivitas trading saham di Indonesia.
“Dengan hadirnya teknologi trading berbasis AI real-time, investor kini memiliki peluang untuk mengambil keputusan yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih relevan dengan kondisi market yang sebenarnya,” ujar Sergio.(*)